Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Resi Gudang, Strategi Pemerintah Atasi Surplus Hasil Pertanian Saat Pandemi

Resi Gudang, Strategi Pemerintah Atasi Surplus Hasil Pertanian Saat Pandemi Petani Banyuwangi Panen Padi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan saat pandemi berlangsung sektor pertanian mengalami kelebihan pasokan. Kondisi ini dipicu oleh permintaan dari masyarakat yang turun drastis dan adanya gelombang pengelolaan lahan pertanian yang menjadi maksimal.

Salah satu wilayah yang mengalami kelebihan produksi yakni di Bali. Produktifnya lahan pertanian ini didorong sektor pariwisata yang ambruk dan membuat para pekerja sektor wisata beralih ke sektor pertanian.

"Karena pandemi, pegawai pariwisata di Bali kembali ke daerah dan menjadi petani sehingga hasil tanam, mereka over," kata Menteri Teten dalam Dialog Covid-19 bertajuk Protokol Kesehatan di UMKM di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (26/10).

Dari laporan Gubernur Bali, I Wayan Koster, Menteri Teten mengatakan saat ini Bali kelebihan hasil pertanian seperti buah-buahan dan produk pangan lainnya. Tak hanya di Bali, kelebihan produk pangan juga dialami wilayah Nusa Tenggara Timur.

Para petani garam baru saja panen dan mengalami kesulitan dalam penjualan. Begitu juga para petani kopi di berbagai wilayah yang pertengahan tahun ini panen. Akibat pandemi pun penjualan biji kopi ke berbagai kafe terhambat.

Maka, pemerintah pun membuat skema resi gudang untuk menyerap produk hasil pertanian ini. Menteri Teten mengatakan kelebihan produk tersebut akhirnya dibeli pemerintah dan selanjutnya disimpan di gudang. Sehingga, petani bisa menikmati hasil panen dan roda ekonomi di masyarakat tetap berputar.

"Misalnya over supply karena permintaan sedikit seperti kopi ini kami bantu beli agar uangnya bisa dinikmati petani," kata Menteri Teten.

Cara yang sama juga akan dilakukan untuk produk lain seperti garam dan bawang merah. Khususnya bawang merah dari Brebes yang dalam waktu dekat juga akan panen.

"Kemungkinan bawang merah juga kaan over suplai," kata dia.

Kementan Yakin Pertanian Jadi Sektor Pendorong Pemulihan Ekonomi

pertanian jadi sektor pendorong pemulihan ekonomiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kementerian Pertanian mencatat sektor pertanian mengalami pertumbuhan signifikan di tengah pandemi Virus Corona. Hal tersebut terlihat dari capaian kinerja di kuartal II, di mana pertanian mampu tumbuh sebesar 16,24 persen.

"Sektor pertanian di kuartal II mengalami pertumbuhan yang sangat luar biasa hampir 16,24 persen kita naik, mengalami pertumbuhan positif," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Gunawan, Jakarta, Jumat (4/9).

Gunawan mengatakan, pertumbuhan tersebut dicapai dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat di tengah pandemi. Pertumbuhan tersebut nantinya diprediksi bisa meningkat jika Kementan bekerja sama dengan PLN menyediakan energi bagi petani.

"Dalam kondisi yang sangat alami ini, sudah banyak pembuktian bahwa sektor pertanian mampu tumbuh dan menjadi sektor yang bisa kita andalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi ke depan," paparnya.

Dalam meningkatkan produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian menerapkan sistem kerja maju, mandiri dan modern. Visi tersebut diwujudkan untuk meningkatkan produksi pertanian masa kini dan lima tahun yang akan datang.

"Sudah dipastikan maju, mandiri dan modern itu harus fokus pertama peningkatan produksi dan produktivitas. Pertanian dengan efisiensi yaitu rendah biaya. Petani sudah merasakan perbedaan dengan menggunakan listrik dan sumber daya energi lain itu ada efisiensi disitu," katanya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP