Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rencana pembangunan tol belah bukit di Bali jadi rebutan investor

Rencana pembangunan tol belah bukit di Bali jadi rebutan investor proyek tol bali. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Rencana pembangunan tol sepanjang lebih dari 100 Km yang menghubungkan Denpasar-Singaraja di Bali jadi rebutan sejumlah investor asing. Jalan tol yang akan menghubungkan kawasan Bali Selatan (Denpasar-Badung) dan Bali Utara (Buleleng) ini direncanakan membelah Bukit Bedugul, Kabupaten Tabanan.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali, Nyoman Baskara mengatakan, saat ini sudah banyak investor yang berminat untuk membangun tol yang menghubungkan Denpasar-Singaraja-Jembrana tersebut. Pemda merencanakan membangun empat ruas jalan tol yang meliputi Kuta-Canggu-Tanah Lot-Soka sepanjang 28 km, Soka-Pekutatan (25,1 km), Pekutatan-Gilimanuk (54,4 km), dan Pekutatan-Lovina (46,7 km).

"Peminatnya banyak, tetapi hanya 3 sampai 4 investor luar negeri yang terlihat serius. Juga investor dalam negeri juga banyak peminatnya, termasuk Waskita Karya. Sekalipun banyak peminat, tentu saja pemerintah sudah memiliki acuan tersendiri dan investor harus mengikutinya," kata Baskara ketika ditemui di Denpasar, Sabtu (3/12).

Kata dia, pemerintah tetap akan melihat acuan perusahaan dalam negeri. Setidaknya karya anak bangsa yang telah terbukti dalam membangun tol di kawasan Teluk Benoa yang menghubungkan Benoa-Tuban-Nusa Dua. PT Waskita Karya merupakan salah satu yang mengawali untuk melakukan penelitian rencana pembangunan ini.

"Sebagai pengawal dia harus mencari terobosan-terobosan paling fleksibel. Kalau sebelumnya masalah masih seputar lahan," ujarnya.

Terkait dengan masalah lahan, Pemprov Bali berharap agar pemerintah pusat mau turun tangan untuk pembebasan lahan. "Mengapa pusat diminta turun tangan karena ini adalah urusan infrastruktur yang sangat strategis untuk membangun Bali agar berimbang antara utara dan selatan yang harus dihubungkan dengan jalan tol. Nah kebetulan kita berbicara infrastruktur untuk kepentingan masyarakat. Biaya pembebasan lahan tinggi. Pemerintah dalam hal ini sangat pantaslah memberikan atensi untuk hal itu. Efeknya nanti besar banget bagi perubahan-perubahan dan peningkatan atau pun pendekatan kepada masyarakat Bali khususnya masyarakat Bali utara yang potensinya luar biasa," bebernya.

Pembangunan tol sejauh 154 kilometer itu dinilai sudah sangat paralel dengan pembangunan bandara yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Lanjutnya bahwa tol utara ini sejauh 154 kilometer menghubungkan Kuta–Soka kemudian Tanah Lot –Gilimanuk-Buleleng. " Tentunya harapan kita, pusat harus membantu," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP