Rektor IPB: Lahan luar biasa luas, tapi Indonesia diserbu buah impor
Merdeka.com - Rektor Institute Pertanian Bogor (IPB), Herry Suhardiyanto mengaku prihatin dengan potensi lahan Indonesia yang luas namun tidak sebanding dengan produksinya terutama untuk komoditas buah-buahan. Dampaknya, Indonesia harus impor buah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ironinya lagi, nilai ekspor buah asal Indonesia lebih kecil dibanding buah yang diimpor.
"Saya punya keprihatinan dengan banyak buah impor, padahal lahan luar biasa luas. Itu karena petani tanam buah tersebar, beli (bibit) pohonnya dari toko buah di mana tidak diketahui, nggak tahu asal-usul bibit," ujar Herry di Auditorium D Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (9/5).
Ketidaktahuan petani terhadap bibit membuat kualitas produksi mereka menjadi tidak merata. Produktivitas menjadi menurun dan buah di Tanah Air tidak mampu bersaing dengan buah dari negeri orang.
"Karena tidak tahu asal-usul bibit unggul, ditunggu bertahun-tahun ternyata produktivitas dan kualitasnya nggak bagus. Karena kualitas tidak seragam sulit buat penetrasi buat pasar dalam maupun ekspor," kata dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya