Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Redam kepanikan di tengah melemahnya Rupiah, pelaku pasar dikumpulkan Sri Mulyani

Redam kepanikan di tengah melemahnya Rupiah, pelaku pasar dikumpulkan Sri Mulyani Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan sore ini mengumpulkan para pelaku pasar di Gedung Direktorat Jendral Pajak.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk mendengar apa yang menjadi kekhawatiran mereka di tengah tingginya sentimen dari Amerika Serikat (AS) yang kemudian mengakibatkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (USD) terus tertekan. Pertemuan ini diharapkan bisa memberi masukan kepada pemangku kebijakan dalam menentukan langkah antisipasi.

"Pertama, dan yang paling penting mereka sepakat bahwa gejolak yang ada ini berasal dari luar dalam hal ini apa yang terjadi di AS, bukan karena sentimen dalam negeri. Karena mereka optimis terhadap policy pemerintah dan kebijakan ekonominya," ungkap Sri Mulyani di Kantor DJP, Jumat (11/5/2018).

Menurut Sri Mulyani, ada beberapa pertanyaan dari para pelaku pasar mengenai beberapa hal yang mempengaruhi pergerakan market ke depannya. Pelaku pasar menanyakan bagaimana langkah koordinasi antar pemangku kebijakan dalam hal ini Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam menyikapi gejolak yang terjadi saat ini.

"Dalam hal ini kita pastikan BI siap merespons dengan berbagai kebijakannya secara jangka pendek, karena hanya BI yang memiliki tools itu," tambah Sri Mulyani.

Selanjutnya, para pelaku pasar juga mempertanyakan kepada dirinya mengenai outlook harga minyak serta outlook APBN hingga akhir 2018.

Memang mengenai harga minyak saat ini lebih tinggi jika dibandingkan asumsi dalam APBN 2018. Pemerintah tengah melakukan perhitungan untuk kemudian nanti dilakukan pembahasan dengan DPR RI untuk APBN Perubahan.

"Kalau untuk outlook APBN, saya pastikan kondisi APBN kita lebih kuat jika dibandingkan sebelumnya. Untuk defisit hingga akhir 2018 angkanya 2,14 persen," tutupnya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP