Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RAPBNP 2015, pemerintah usul subsidi elpiji 3 kg hanya Rp 28 triliun

RAPBNP 2015, pemerintah usul subsidi elpiji 3 kg hanya Rp 28 triliun elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah mengusulkan anggaran subsidi elpiji tiga kilogram sebesar Rp 28,274 triliun dalam Rancangan APBN Perubahan 2015. Ini jauh menurun ketimbang anggaran subsidi elpiji melon tersebut sebesar Rp 55,1 triliun dalam APBN 2015.

Sementara, kuota diusulkan tetap sebesar 5,776 juta metrik ton

Hal tersebut diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, Jakarta, Rabu (4/1).

"Tidak ada perubahan, kecuali ada penyesuaian penurunan harga," kata dia.

Dia menjelaskan, usulan anggaran subsidi mengikuti penurunan harga gas global berpatokan pada CP Aramco.

Menurut Sudirman, konsumsi elpiji subsidi meningkat sebesar 15 persen per tahun. Ini disebabkan migrasi dari penggunaan elpiji 12 kilogram notabene tak disubsidi.

"Masih dalam track, memang tejadi satu dua titik kelangkaan yang penting Pertamina merespon cepat, karena rumitnya distribusi luasnya wilayah," pungkas dia.

Di sisi lain, PT Pertamina meminta pemerintah menaikkan harga elpiji subsidi demi mengurangi migrasi. Sebab disparitas harga antara elpiji nonsubsidi dengan subsidi kian lebar.

Mengingat, harga elpiji 3 kilogram terus bertahan di level Rp 3.400 per kilogram sejak 2005. Sementara, harga elpiji 12 kilogram terus menanjak.

"Kalau subsidi elpiji Rp 28 triliun tidak akan cukup. Makanya, pilihannya adalah harga naik atau subsidi ditambah. Tapi pemerintah sepertinya memutuskan yang kedua, yakni subsidinya yang ditambah sedikit menjadi kurang lebih Rp 35 triliun," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang sebelumnya. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP