RAPBN 2017, DPR minta pemerintah tak naikkan harga solar
Merdeka.com - Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan mengatakan pihaknya punya perhitungan berbeda dengan pemerintah dalam asumsi harga minyal dunia atau Indonesia Crude Price (ICP) dalam RAPBN 2017. DPR sepakat menetapkan asumsi harga ICP sebesar USD 45 per barel, lebih tinggi dari asumsi pemerintah yang dipatok USD 40 per barel.
"Kami menetapkan harga minyak mentah sebesar USD 45 per barel, berbeda dengan usulan Kementerian ESDM yang dipatok USD 40 per barel," kata Gus di Komplek Senayan, Jakarta, Selasa (14/6).
Gus menambahkan penetapan ICP menjadi USD 45 per barel sesuai dengan perhitungan ICP lifting ditetapkan 820.000 barel per hari (bph) dan lifting gas bumi 1.250 juta barel oil ekuivalen per day (boepd).
Selain itu, pada rapat tersebut, Komisi VII mengoreksi pemangkasan subsidi BBM. Adapun bahan bakar jenis solar berdasarkan perhitungan subsidi menjadi Rp 500 dari subsidi sebelumnya Rp 1.000 per liter.
"Kami usul harga minyak solar tidak ada kenaikan untuk tahun ini," katanya.
Di tempat sama, Menteri ESDM Sudirman Said mengusulkam asumsi dasar makro, mulai dari Indonesian Crude Price (ICP) alias patokan harga minyak Indonesia hingga subsidi energi untuk RAPBN 2017.
"ICP untuk RAPBN 2017 diusulkan antara USD 35-45 per barel. Turun dibanding asumsi ICP dalam APBN 2015 yang sebesar USD 50 per barel," kata Sudirman.
Sedangkan, untuk lifting migas ditargetkan antara 1,790 sampai 1,910 barel setara minyak per hari (barel oil equivalent per day/boepd). Turun dibanding APBN 2015 sebesar 1,985 boepd. Selain itu, Lifting sebesar 1,790-1,910 juta boepd ini terdiri dari lifting minyak bumi 740.000-760.000 barel per hari (bph) dan lifting gas 1,05 juta sampai 1,15 juta boepd.
Terakhir, pemerintah mengusulkan subsidi untuk solar antara Rp 350 sampai Rp 1.000 per liter. Adapun subsidi listrik antara Rp 43,21 triliun hingga Rp 60,53 triliun. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya