Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ralat berita: PT Unichem terseret penggeledahan di Kemenperin

Ralat berita: PT Unichem terseret penggeledahan di Kemenperin Ilustrasi garam. Shutterstock/Sunny Forest

Merdeka.com - Senin (10/8) malam, penyidik Polda Metro Jaya menggeledah Kantor Kementerian Perindustrian tepatnya di Direktorat Jenderal Kimia Dasar. Penggeledahan yang terjadi di lantai 9 dan 10 tersebut berlangsung sekitar empat jam.

Penggeledahan terkait impor garam yang dilakukan PT Unichem Candi Indonesia. Bukan PT Uni-Charm Indonesia seperti yang diberitakan sebelumnya. Redaksi merdeka.com meminta maaf atas kesalahan penulisan nama perusahaan.

PT Unichem Candi Indonesia merupakan perusahaan yang memproduksi mineral khusus dan bahan kimia untuk industri minyak dan gas, pertambangan serta jasa terkait lainnya untuk berbagai industri. PT Unichem Candi Indonesia juga salah satu perusahan terbesar dalam memproduksi Garam.

Sebelumnya, Direktur Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan penggeledahan terkait impor garam yang dilakoni PT Unichem Candi Indonesia beberapa waktu lalu.

"Jadi dulu itu kan setelah dibuka salah satunya ada PT Unichem ini. Intinya, terkait kapasitas permintaan PT Unicharm lebih besar jika dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka (PT Unichem) punya program inovasi senilai Rp 500 miliar, mereka punya alasan yang kuat untuk itu," ujar Khayam di Kantornya, Jakarta Selatan, Senin (10/8) malam.

Dia menjelaskan, lantaran mempunyai terobosan baru untuk produknya, maka kebutuhan garam sebagai bahan baku perusahaan tersebut meningkat. "Kebutuhan garam mereka naik jadi 82,5 juta ton, sebelumnya hanya 5,5 juta ton," tuturnya.

Permasalahan meningkatnya impor garam tersebut, diakui Khayam, dikaitkan dengan kasus molornya dwelling time atau bongkar muat kapal yang saat ini tengah diusut penyidik Polda Metro Jaya.

"Iya dikaitkan dwelling time, jadi, itu masalahnya, jadi kebawa-bawa. (Penggeledahan) ini sudah direkomendasikan, karena ada peningkatan kebutuhan bahan baku," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP