Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Raksasa Baru Perbankan, Bank Syariah Indonesia Diyakini Bisa Saingi Bank Konvensional

Raksasa Baru Perbankan, Bank Syariah Indonesia Diyakini Bisa Saingi Bank Konvensional Menko Perekonomian dan OJK Buka Pameran CMSE 2019. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, meyakini PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan bisa bersaing dengan perbankan konvensional. Hal ini disampaikannya dalam acara Wedangan IKA UNS Seri XLIII secara virtual pada Sabtu (6/2) malam.

Menurut Wimboh, Bank Syariah Indonesia akan bisa menjadi kompetitor bank-bank konvensional baik dari sisi produk, akses, cakupan, termasuk kualitas. Dia pun menyebut Bank Syariah Indonesia sebagai raksasa baru di dunia perbankan.

"Kita tunggu ini akan bangkit, mengutip pernyataan bapak Presiden lahirnya bank syariah ini sebagaimana lahirnya raksasa baru. Tinggal kita tunggu debutnya ke depan," ungkap Wimboh pada Sabtu (6/2).

Bank Syariah Indonesia merupakan penggabungan tiga bank syariah BUMN yaitu Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Bank Syariah Indonesia secara resmi berdiri pada 1 Februari 2021.

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh di Tengah Pandemi

syariah tumbuh di tengah pandemiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dijelaskan Wimboh, industri perbankan syariah memiliki ruang cukup besar untuk tumbuh. Di tengah kontraksi kredit perbankan nasional sebesar -2,41 persen pada 2020, pembiayaan bank umum syariah masih tumbuh 9,5 persen yoy dengan ketahanan yang memadai. Peluang tumbuh yang besar ini lah menjadi salah satu alasan kelahiran Bank Syariah Indonesia.

"Kredit bank syariah tumbuhnya 9,5 persen, ini luar biasa. Ruang untuk tumbuh cukup besar . Oleh karena itu, kemarin kita dorong merger beberapa bank termasuk bank syariah milik pemerintah, ini lompatan luar biasa," tutur Wimboh.

Adapun per Desember 2020, total aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp 1,802 triliun.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP