Railink ingin Bandara Soekarno Hatta terintegrasi transportasi umum
Merdeka.com - PT Railink menginginkan Bandara Internasional Soekarno Hatta terintegrasi transportasi umum. Sesuai konsep awal, Stasiun Bandara saat ini adalah bagian dari gedung yang akan menjadi lokasi integrasi antar moda transportasi.
Direktur Utama Railink Herus Kuswanto mengatakan jika hal itu sudah terealisasi maka pelayanan Bandara Soetta sudah bisa dibandingkan dengan bandara-bandara besar di dunia.
"Jadi stasiun KA bandara itu adalah lokasi integrated building. Kalau itu dieksekusi tidak ada lagi taksi atau bus masuk ke terminal, semua berada di satu area," kata Heru di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (28/9).
Dia menambahkan, jika penumpang ingin ke terminal bisa menggunakan Sky Train. Dengan begitu akan memudahkan para pengunjung bandara dalam menggunakan moda transportasi umum.
Tidak hanya itu, jika semua moda transportasi berada dalam satu area, juga akan meningkatkan daya saing kereta bandara yang saat ini dioperasikan Railink. "Jelas kalau itu jalan daya saing kereta kita akan meningkat, selain orang diberikan banyak pilihan, mereka juga bisa dengan mudah naik kereta, jadi persiangannya fair," papar Heru.
Hingga saat ini, kereta bandara memiliki rata-rata okupansi 2.700 penumpang sehari atau sekitar 20 persen dari kapasitas yang terpasang sebanyak 12 ribu penumpang sehari.
Untuk meningkatkan jumlah penumpang ini, selain terus melakukan sosialisasi, Railink juga mencoba memutar strategi seperti salah satunya perpanjangan rute hingga ke Bekasi. Selain itu berbagai promo coba ditawarkan perusahaan.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya