Rahasia Risma Bikin Harga Cabai di Surabaya Tetap Stabil
Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbagi cerita sukses menciptakan harga pangan murah dan terjangkau di tengah kondisi alam yang kurang memadai di Surabaya. Berkat penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, kota Pahlawan tersebut tak pernah lagi merasakan harga cabai mahal.
"Kan tidak pernah dibayangkan kan sekarang kita bisa punya tomat, selada keripik, kami sudah bisa tanam sendiri di Surabaya. Jadi makanya harga sayur di Surabaya itu lebih rendah jadi tidak ada cabai mahal. Orang Surabaya tidak ada ngeluh cabai mahal karena kami bisa nanam cabai sendiri," ujarnya di Kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/7).
Dia mengatakan pada awal pemerintahannya, Surabaya memiliki inflasi yang cukup tinggi disumbang oleh mahalnya harga sayur-sayuran. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca kota tersebut yang cukup panas dan sulit ditanami tumbuh-tumbuhan.
Tidak habis akal, Risma mengajak para peneliti untuk menciptakan inovasi yang dapat membuat Surabaya lebih sejuk dengan bantuan awan buatan. Saat ini, bukan hanya sayuran yang dapat tumbuh tetapi juga kondisi cuaca yang tadinya 35 derajat celsius menjadi rata-rata paling tinggi 30 derajat celsius.
"Di awal saya jadi wali kota, inflasi tertinggi awal dipicu sayuran. Karena sayuran itu mahal sekali karena kami tidak punya produksi sayuran. Sayuran semua diambil dari luar, akhirnya warga Surabaya saya gerakkan untuk menanam sayur," jelasnya.
Risma melanjutkan, sayur produksi masyarakat kini bukan lagi untuk konsumsi sendiri melainkan sudah menjadi salah satu sumber penghasilan. Terobosan tersebut pun meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
"Cara saya mengurangi pengeluaran yang pertama itu adalah pendidikan gratis, kesehatan gratis, kemudian saya memberikan bibit dengan harapan kalau dia membeli sayur sendiri, bukan hanya sayur tapi kolam lele. Kolamnya bisa dikecilkan dibesarkan sesuai ukuran rumahnya dia," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya