Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Qantas pecat 500 karyawannya

Qantas pecat 500 karyawannya qantas. merdeka.com/Christopher Parypa

Merdeka.com - Pukulan krisis kembali dirasakan oleh perusahaan kelas dunia. Kali ini maskapai asal Australia, Qantas Airways terpaksa harus memecat 500 karyawannya untuk menghemat USD 98,4 juta per tahun.

Menurut berita yang dilansir dari Reuters, Qantas melakukan hal tersebut seiring dengan harga minyak dunia yang tinggi dan pembelian tiket yang sedang lesu.

Padahal, pada Februari lalu, maskapai negeri kanguru ini telah memecat 500 karyawan untuk perawatan pesawat tersebut. Saat ini perawatan pesawat hanya dipusatkan di Brisbane dan Avalon.

Pada awal bulan lalu, maskapai ini juga telah membatalkan pemesanan dua pesawat Airbus baru dengan tipe A380s untuk memotong belanja modal sebesar AUS 900 juta.

"Biaya perawatan alat berat kami 30 persen lebih tinggi dibandingkan kompetitor kami. Kami harus memperkecil kesenjangan ini untuk masa depan Qantas sendiri," ujar Kepala Eksekutif Qantas, Alan Joyce.

Sembilan puluh persen dari total 30.000 pegawai Qantas bekerja di Australia.

Pihak Qantas mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah hasil konsultasi dengan serikat pekerja, karyawan dan para pemegang saham lain. Konsultasi tersebut disinyalir mengenai tantangan maskapai tersebut yang tengah berjuang untuk perawatan basis peralatan beratnya.

(mdk/rin)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP