Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Putin hapus dolar & euro dari perdagangan negara pecahan Uni Soviet

Putin hapus dolar & euro dari perdagangan negara pecahan Uni Soviet Vladimir Putin olahraga bareng PM Rusia. ©2015 REUTERS

Merdeka.com - Banyak negara terkena imbas menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Pelbagai cara dilakukan meminimalisir dampak itu bagi ekonomi masing-masing negara.

Seperti dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyusun RUU menghilangkan dolar AS dan euro dari perdagangan antara negara-negara pecahan Uni Soviet atau Commonwealth of Independent States (CIS).

Secara otomatis, Rusia menciptakan pasar sendiri dengan negara-negara seperti Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan negara-negara lain bekas Uni Soviet.

"Ini akan membantu memperluas penggunaan mata uang nasional dalam pembayaran perdagangan luar negeri dan jasa keuangan. Dengan demikian menciptakan likuiditas yang lebih besar dari pasar mata uang domestik", kata Putin di Kremlin seperti dilansir Russian Today, Kamis (3/9).

RUU ini diyakini bakal membantu memfasilitasi perdagangan di kawasan ini sekaligus mendorong terciptanya stabilitas makro-ekonomi.

Dalam kerangka Economic Union Eurasia (EEU), negara-negara dalam kawasan itu juga membahas kemungkinan beralih ke mata uang negaranya masing-masing atau mata uang nasional. Perjanjian antara Rusia, Belarus, Armenia dan Kazakhstan berisi kewajiban menggunakan mata uang nasional seperti rubel Rusia, rubel Belarusia pada 2025-2030.

Saat ini sekitar 50 persen dari perputaran uang di EEU dalam dolar dan euro. Kondisi ini meningkatkan ketergantungan mereka pada negara mengeluarkan mata uang itu. Di luar CIS dan EEU, Rusia dan China juga berusaha mengurangi dominasi dolar. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP