Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Punya harga gas murah, Malaysia coba 'curi' pengusaha kaca Indonesia

Punya harga gas murah, Malaysia coba 'curi' pengusaha kaca Indonesia airlangga hartarto. ©blogspot.com

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, mahalnya harga gas Indonesia, membuat pelaku usaha di industri kaca ditawarkan untuk pindah ke Malaysia. Menurutnya, pihak Malaysia mengiming-imingi harga gas dinegaranya hanya sekitar USD 2,5 per MMbtu (Million Metric British Thermal Unit).

"Industri ini diminta pindah ke Malaysia. Ditawari gas USD 2,5 di Malaysia. Di Malaysia, dia (pengusaha kaca) produksinya lebih tinggi," katanya saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (1/11).

Saat ini harga gas industri kaca di Indonesia rata-rata USD 9,15/MMbtu dengan harga jual USD 256/ton. Sedangkan, di Malaysia, rata-rata harga gas mencapai USD 4/MMbtu dengan harga jual USD 230/ton.

Jika industri kaca bener-bener pindah ke Malaysia, lanjut Menteri Airlangga, menjadi tanda bahaya pada upaya Indonesia menekan angka pengangguran. Sebab, industri akan semakin menyerap tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja baru.

"Tentu itu akan berdampak pada devisa ekspor. Padahal, kita dalam pembangunan industrialisasi di seluruh Indonesia," katanya.

Menurutnya, jika harga gas bisa turun maka industri kaca akan kembali bergairah. "Pengusaha janji akan tetap di sini jika harga gas kita turun," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga gas untuk Industri dalam negeri ditekan hingga menyentuh ke angka USD 5 atau USD 6 per MMbtu. Saat ini, harga gas industri berada pada angka USD 9,5 per per MMbtu.

"Saya minta dilakukan langkah kongkret agar harga gas kita lebih kompetitif. Saya kemarin hitung-hitungan, ketemunya saya kira antara USD 5 sampai USD 6," ungkap Presiden saat memberikan pengantar dalam rapat terbatas (ratas) penetapan harga gas untuk industri di Kantor Presiden, Jakarta Pusat.

Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan, harga gas untuk industri di Indonesia merupakan yang tertinggi se-ASEAN. Contohnya, negara Vietnam menetapkan harga gas untuk industri pada angka USD 7, Singapura pada angka USD 4.

Presiden Jokowi menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk menurunkan harga gas industri. Selain keduanya, Jokowi juga memberi tugas yang sama pada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"(Tugasnya) agar finalisasi harga gas ini bisa diselesaikan selambatnya pada akhir November ini. Dan harganya dari USD 9,5 harus di bawah USD 6 per MMbtu," ungkap Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP