Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PT Timah Pinjam Dana USD 100 Juta ke Induk Usaha untuk Pembayaran Utang

PT Timah Pinjam Dana USD 100 Juta ke Induk Usaha untuk Pembayaran Utang dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Wibisono mengatakan akan tetap meminjam dana USD 100 juta dari MIND ID untuk melunasi utang perseroan. Saat ini pengajuan share holder loan (SHL) kepada induk usahanya tersebut sedang dalam proses.

"Saat ini SHL masih dalam proses," kata Wibisono dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (6/4).

Sebagai informasi, hingga November 2020, total utang PT Timah mencapai Rp6,6 triliun. Pinjaman USD 100 juta dari MIND ID tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar utang modal kerja ke perbankan.

Pengajuan pinjaman tersebut pun diiringi upaya perseroan menurunkan beban utang pinjaman. Tahun 2020 perseroan telah melakukan upaya penurunan utang secara signifikan.

"Pelunasan utang juga menjadi komitmen kami. Jadi, kita ketahui di 2020 biaya bunga cukup signifikan Rp600 miliar dibandingkan 2019 sekitar Rp780 miliar," kata dia.

Dia mengakui, upaya yang dilakukan belum menghasilkan secara signifikan. Sebab, pembayaran utang dilakukan secara bertahap. Pelunasan utang pun dilakukan menyesuaikan dengan arus kas perseroan.

Saat ini, perusahaan akan fokus pada upaya peningkatan produksi dan efisiensi. Anak usaha PT Timah yang bergerak di bidang batu bara yakni Tanjung Alam Jaya pun menjadi tumpuan penghasilan.

Tahun ini produksi batu bara tersebut ditargetkan bisa mencapai 500 ribu ton hingga 700 ribu ton. Adapun kalori batu bara grup saat ini sudah berada di level 6.200-an. Sehingga diharapkan bisa menjadi penopang pendapatan perusahaan.

"Batu bara, maupun di timah maupun timah industri dan TKPP kita utlize untuk memberikan kontribusi positif di 2021 ini," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP