Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PT PP Raih Kontrak Baru Rp13,5 Triliun, Ada Proyek Bandara Halim Perdanakusuma

PT PP Raih Kontrak Baru Rp13,5 Triliun, Ada Proyek Bandara Halim Perdanakusuma Bandara Halim Perdanakusuma. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Perusahaan BUMN konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp13,55 triliun hingga akhir Juli 2022. Perolehan kontrak baru ini tumbuh 41,90 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp9,549 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari berbagai macam proyek-proyek. Antara lain yaitu pembangunan proyek Terminal Kalibaru Tahap 1B Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp3,83 triliun, proyek pekerjaan Pipeline Semarang-Batang sebesar Rp1,060 triliun, proyek pembangunan Pertamedika Sanur Bali sebesar Rp621 miliar, Work Unit Rate Earthwork sebesar Rp421 miliar, pekerjaan pembangunan Simpang Susun Jalan Tol Serang- Panimbang sebesar Rp341 miliar.

Selain itu, ada pula proyek Landmark BSI Aceh sebesar Rp296 miliar, pekerjaan interior gedung Kejaksaan Agung RI sebesar Rp286 miliar, pekerjaan tambah proyek pembangunan Dermaga Benoa sebesar Rp232 miliar, proyek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebesar Rp207 miliar, Anak Usaha sebesar Rp4,04 triliun dan sebagainya.

"PT PP membukukan kontrak baru sebesar Rp13,550 triliun sampai dengan akhir Juli 2022. Dengan total perolehan tersebut, PT PP masih terus mengejar perolehan kontrak baru di tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajemen," ujar Sekretaris Perusahaan PT PP, Bakhtiyar Efendi di Jakarta, Rabu (17/8).

Dia menjelaskan, untuk memaksimalkan perolehan kontrak baru di tahun ini, PT PP akan berfokus kepada proyek-proyek strategis yang dimiliki oleh Pemerintah dan BUMN. Selain itu, PT PP masih optimis dapat mencapai target laba bersih tahun 2022 seperti yang telah ditetapkan, yaitu sekitar Rp429 miliar.

"Untuk mengejar target tersebut, PT PP akan berfokus pada penyelesaian beberapa proyek besar dan proyek strategis nasional," ujar Bakhtiyar.

Sampai dengan Juli 2022, kontrak baru dari BUMN (SOE) mendominasi perolehan kontrak baru PT PP dengan kontribusi sebesar 74 persen, disusul oleh Pemerintah (Government) sebesar 22 persen, dan Swasta (Private) sebesar 4 persen. Komposisi perolehan proyek tersebut terdiri dari Induk sebesar 70,18 persen dan Anak Usaha sebesar 29,82 persen.

Sedangkan, berdasarkan lini bisnis perusahaan komposisi perolehan kontrak baru perusahaan terdiri dari lini bisnis jasa konstruksi (pekerjaan infrastruktur & pekerjaan sipil, gedung, jalan tol & jembatan) sebesar 62 persen, EPC sebesar 8 persen, Anak Usaha sebesar 30 persen. Adapun jasa konstruksi tersebut didominasi oleh pekerjaan infrastruktur dan pekerjaan sipil sebesar 50 persen, gedung sebesar 39 persen, dan jalan tol & jembatan sebesar 11 persen.

Kinerja Perusahaan Kuartal II Tahun 2022

Sebelumnya, PT PP telah mengumumkan hasil kinerja keuangan perusahaan per 30 Juni 2022 (unaudited) pada minggu lalu. Di Kuartal II tahun 2022 ini, PT PP membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp9,023 triliun atau tumbuh sebesar 39,74 persen secara year on year (yoy) dibanding pencapaian tahun 2021, yaitu sebesar Rp6,457 triliun.

Sedangkan kontribusi pertumbuhan Pendapatan Usaha PT PP tersebut berasal dari Induk Usaha sebesar 55 persen dan sisanya sebesar 45 persen berasal dari Anak Usaha (PP Presisi sebesar 17 persen, PP Semarang Demak sebesar 10 persen, PP Properti sebesar 10 persen, PP Urban sebesar 3 persen, dan lainnya sebesar 4 persen).

Pertumbuhan pendapatan yang signifikan juga meningkatkan kualitas nilai Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi 3,46x secara yoy dibandingkan periode yang sama sebesar 2,71x. Selain itu, PTPP juga mencatatkan adanya peningkatan nilai gross margin sebesar 13,61 persen yang capaiannya membaik dati periode yang sama di tahun 2021 sebesar 12,36 persen.

Sampai dengan Kuartal II, PTPP telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp1,898 triliun atau tumbuh sebesar 115 persen secara yoy dibanding penyerapan tahun 2021 sebesar Rp882 miliar. Capex tersebut telah dipergunakan untuk membiayai proyek-proyek investasi lanjutan maupun carry over.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP