PT PNM Sambut Baik Sinergi 3 BUMN Terkait Pembiayaan UMKM
Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana akan membuka sinergi 3 perusahaan BUMN untuk fokus memberikan pembiayaan kepada sektor ultra mikro. Tiga perusahaan tersebut antara lain PT Bank Rakyat Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian (Persero).
Menanggapi itu, EVP Keuangan dan Operasional PT PNM (Persero), Sunar Basuki mengatakan sebagai perusahaan negara, PNM akan mengikuti arahan dari pemerintah. Konsolidasi dari yang direncanakan Menteri BUMN, Erick Thohir tersebut pun dinilai bagus.
"Kami tentu mengikuti arahan pemegang saham untuk mendukung program pembiayaan ultra mikro. Ini bagus untuk konsolidasi," kata Sunar di Jakarta, Kamis (10/12).
Dampak integrasi bisnis ini juga dinilai akan berdampak positif, sebab komitmen model bisnis yang bakal dikerjakan tidak mengubah konsep yang sedang dijalankan PT PNM. "Dampaknya tentu positif karena komitmen dari ini juga model bisnisnya tidak berubah," kata dia.
Sehingga, diharapkan akan mendapatkan keuntungan dalam hal penambahan modal pembiayaan. Sebab ini bisa memperluas jangkauan realisasi pembiayaan lewat program-program kredit yang ada.
"Kita harapkan ada benefit yang didapat terutama dalam sumber pendanaan," tandasnya.
Jumlah Nasabah Program PNM Mekaar Naik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJumlah nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PT PNM (Persero) sampai 30 November 2020 tumbuh 29,66 persen menjadi 7,5 juta. Naik dari periode yang sama di tahun 2019 sebanyak 5,8 juta nasabah.
"Jumlah nasabah Mekaar per 30 November 2020 7.588.910 ,naik 29,66 persen dibandingkan tahun lalu pada November 2019, 5.852.837 nasabah," kata EVP Keuangan dan Operasional PT PNM, Sunar Basuki di Jakarta, Kamis (10/12).
Peningkatan ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan. Selama 11 bulan di tahun 2020, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp21,4 triliun. Meningkat dari tahun sebelumnya di periode yang sama yakni Rp17,8 triliun.
Outstanding PNM juga naik 25 persen menjadi Rp23,6 triliun tahun ini dari sebelumnya Rp17,5 triliun. Sementara itu, kualitas pembiayaan hingga 30 November 2020 1,05 persen.
Terjadi penurunan NPL di PNM dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 1,39 persen. Lebih rinci, Sundar mengatakan NPL dari program Mekaar tetap berada di angka 0,15 persen dan program Ulamm sebesar 2,99 persen.
Sunar mengatakan, pencapaian ini menjadi prestasi di tengah bisnis industri yang justru mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. "Ini tentu merupakan prestasi PNM. Hampir banyak industri yang mengalami penurunan kinerja, sementara PNM yang kinerjanya tumbuh menonjol," kata Sunar.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya