Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PT LEN bangun PLTS senilai Rp 57 miliar di Manokwari

PT LEN bangun PLTS senilai Rp 57 miliar di Manokwari PLTS. energytoday.com

Merdeka.com - PT LEN Industri bakal membangun pembangkit listrik tenaga surya (TS) di Indonesia Timur berkapasitas 2 Megawatt (MW). PLTS tersebut bakal dibangun di Manokwari, Papua Barat.

Proyek ini masuk dalam 24 proyek strategis dan telah dilakukan penandatanganan kontraknya.

Direktur Utama PT LEN Industri, Abraham Mose mengatakan, proyek pembangunan PLTS 2 MW Manokwari yang ditandatangani di depan Presiden Jokowi tersebut merupakan proyek strategis yang mempunyai nilai kontrak sebesar Rp 57,6 miliar.

‎"Ini merupakan proyek strategis di mana nilainya proyek untuk PT LEN untuk pembangunan PLTS ada Rp 388 miliar dan yang akan di bangun di manokwari PLTS 2 MW nilainya Rp 57,6 miliar," ucap Abraham Mose di Jakarta, Selasa (1/3).

Dia menargetkan pembangunan PLTS di ujung timur wilayah Indonesia itu akan selesai kurang dari satu tahun. "Pengerjaan PLTS Manokwari ditargetkan akan memakan waktu 240 hari kerja, bahkan bisa dipercepat seperti proyek-proyek PLTS lainnya yang kami kerjakan," kata Abraham.

Selain membangun PLTS di Manokwari, Abraham mengatakan pihaknya juga telah mengerjakan pembangunan PLTS di Kupang, NTT. Berbeda dengan yang ada di Manokwari, PLTS Kupang mempunyai daya sebesar 5 MW. "Yang di Kupang lebih besar jumlahnya, karena krisis listrik di sana sangat besar," ucapnya.

Selain di Manokwari, pembangunan PLTS akan terus dilakukan pemerintah sebagai upaya mengatasi krisis listrik khususnya di wilayah yang masih tergolong sebagai daerah tertinggal. "Akan terus dibangun dan memang Pak Presiden menargetkan agar wilayah-wilayah yang selama ini mengalami krisis listrik tidak lagi terjadi," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghadiri penandatanganan kontrak belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Energi ‎Sumber Daya Mineral (ESDM) 2016 tahap tiga. Secara keseluruhan, pada tahap III ini dilakukan penandatanganan 133 paket dengan nilai Rp 3,04 triliun.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan kembali bahwa tahun 2016 adalah tahun percepatan kerja dan dirinya akan terus mengejar dan mendorong semua kementerian/lembaga (K/L) untuk mempercepat penandatanganan kontrak dan pengerjaan proyek pembangunan.

"Setelah tadi diteken (kontrak) besok harus sudah bekerja. Cepat ditandatangani, cepat dikerjakan, cepat diselesaikan, tapi juga ingat kualitasnya," ujar Jokowi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP