PT Berdikari ditunjuk garap industri peternakan ayam
Merdeka.com - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan peran swasta dalam industri peternakan ayam masih dominan, baik dari hulu hingga hilir. Hal ini mengakibatkan tertekannya ruang gerak bagi peternak mandiri untuk masuk ke pasar lokal.
"Kurang lebih ada dua perusahaan swasta yang menguasai industri peternak ayam, sekitar 80 persen dari hulu ke hilir mulai dari pakan, vaksin, dengan unggas sendiri," kata Syarkawi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/5).
Dengan begitu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian memutuskan untuk mengikutsertakan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mendorong industri peternakan ayam. Tujuannya, untuk meningkatkan peran peternak mandiri agar bisa masuk ke pasar lokal.
Dia menambahkan, nantinya BUMN tersebut akan berperan dalam industri hulu, mulai dari great grand parent stock (GGPS), grand parent stock (GPS), parent stock, hingga final stock. Nantinya perusahaan pelat merah tersebut akan fokus pada pembinaan di sentra-sentra peternak mandiri, seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
"Saya kira PT Berdikari. Ini akan masuk mulai dari hulu. Kedua industri pakan juga BUMN yang akan masuk. Penataan pasarnya juga akan seperti itu, paling tidak perusahaan besar yang ada sekarang didorong masuk ke pasar ekspor di mana BUMN akan membina peternak mandiri," tegas dia.
Selain itu, peran swasta juga akan dibatasi untuk masuk ke dalam pasar lokal. Sehingga, dua perusahaan swasta tersebut bisa lebih fokus di pasar ekspor dan memberi ruang bagi peternak mandiri di pasar lokal.
"Harapannya kehadiran BUMN bisa mengimbangi peran dari swasta tapi ke depannya peran BUMN hadir untuk membangkitkan kembali peternak rakyta itu. Karena perusahaan dominan harus dilawan dengan regulasi yang kuat dan juga BUMN," pungkas dia. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya