Proyek satu juta rumah murah genjot penjualan semen
Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK terus mengejar pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satunya dengan mencanangkan proyek satu juta rumah murah yang dibangun hampir di seluruh wilayah Indonesia. Proyek ini diharapkan akan menutupi kekurangan suplai rumah (backlog) yang telah mencapai 15 ribu unit.
Ketua Asosiasi Semen Indonesia, Widodo Santoso mengakui banyaknya proyek infrastruktur membawa dampak positif bagi industri semen. Apalagi di akhir tahun ini, pemerintah terus mengejar penyerapan anggaran dalam belanja infrastruktur.
"Tahun depan, pemerintah canangkan Februari-Maret proyek sudah bisa jalan. Sekarang baru semester 2, proyek bisa jalan. Sekarang sudah tidak ada masalah," ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (13/10).
Widodo menyebut, konsumsi semen mencapai 5 ton untuk satu rumah, sehingga dapat dikalkulasikan konsumsi semen dapat mencapai 40 juta ton per tahun.
"Pemerintah kan optimis dapat membangun 800.000 unit rumah dalam waktu 5 bulan, anggap saja satu rumah membutuhkan 5 ton, sehingga total konsumsi bisa 40 juta ton," jelas dia.
Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni menambahkan industri semen menjadi salah satu penunjang utama pembangunan infrastruktur di Indonesia. Industri ini berkontribusi memasok kebutuhan konstruksi dan juga berperan mengakselerasi pengembangan industri lainnya.
"Semester I (Maret - Juli) penjualan semen masih lesu, Agustus tumbuh 17,8 persen dibanding Agustus 2014 kalau September tumbuh 2,6 persen. Situasi sekarang sudah meningkat, sampai akhir tahun bisa tumbuh 3-4 persen," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya