Proyek Kilang Tuban dan Bontang bakal serap 1.300 insinyur
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan proyek kilang baru (grass root refinery/GRR) Tuban di Jawa Timur dan Bontang di Kalimantan Timur akan menyerap sekitar 1.300 insinyur teknik untuk tenaga kerja operasional.
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Rachmad Hardadi mengatakan dengan selesainya pembangunan Kilang Tuban pada 2021 dan Kilang Bontang pada 2023, setidaknya ada 250 insinyur yang harus direkrut setiap tahunnya.
Dia menjelaskan, 40 persen tenaga kerja yang dibutuhkan berasal dari lulusan sarjana teknik, sedangkan 60 persen sisanya dari D3 dan strata SMA/SMK untuk operator teknisi.
Selain itu, pekerjaan fisik selama tiga tahun pembangunan akan melibatkan hingga 45.000 pekerja kontrak di lapangan. Bahkan, efek ganda dari dua kilang baru ini diproyeksikan mencapai lima sampai enam kali lipat.
"Dengan adanya proyek strategis, industri dalam negeri bisa berkontribusi dan berinteraksi sehingga benar-benar menggairahkan ekonomi Indonesia. Dari 45 ribu pekerja itu, ada multiplier effect lima sampai enam kali lipat," kata Rachmad seperti dikutip Antara, Rabu (1/3).
Menurunya, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) akan sangat diperhatikan mengingat kedua proyek kilang strategis ini merupakan penugasan dari pemerintah kepada Pertamina.
Dengan demikian, Indonesia diharapkan terbebas dari impor pada 2023 setelah Kilang Bontang selesai pembangunannya.
Dari 6 proyek kilang yang sedang dikerjakan, empat pengembangan kilang dan pembangunan dua kilang baru, total kapasitas minyak dalam negeri akan bertambah dari satu juta barel per hari (bph) menjadi 2,2 juta bph pada 2023.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya