Proyek kereta cepat dinilai perlebar jurang Indonesia barat & timur
Merdeka.com - Proyek kereta supercepat Jakarta-Bandung dinilai tak diperlukan saat ini. Sebab, hal itu hanya akan memperlebar kesenjangan pembangunan antara Indonesia barat dan timur.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas kepada merdeka.com, Minggu (16/8).
"Tidak butuh kereta cepat di Indonesia, yang ada hanya memperlebar kejurangan antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur."
Indonesia Barat, terutama Jawa, sudah banyak infrastruktur transportasi. Sebaliknya, di luar wilayah itu, masih mengalami defisit pembangunan infrastruktur transportasi.
Atas dasar itu, kata Darmaningtyas, pemerintah Jokowi justru harus konsentrasi mengurangi kesenjangan pembangunan antara Indonesia Barat dan Timur dalam lima tahun mendatang. Nah, pendanaan swasta yang rencananya digunakan untuk proyek kereta supercepat bisa dialihkan buat pemerataan pembangunan.
"Membangun kereta super cepat Jakarta-Bandung justru menjadi undangan buruk terhadap warga-warga di daerah untuk tinggal di Jakarta dan sekitarnya yang memiliki infrastruktur transportasi sangat lengkap," katanya.
"Bila ini yang terjadi, maka kita mengulangi kegagalan pembangunan nasional."
Sekedar informasi, kereta supercepat Jakarta-Bandung merupakan bagian dari proyek transportasi berbasis rel berkecepatan tinggi sepanjang 750 kilometer. Ini melintasi semua provinsi di Jawa, mulai dari Jakarta dan berakhir di Surabaya.
Saat ini, megaproyek tersebut diperebutkan oleh Jepang dan China. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya