Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Proyek bantuan lembaga internasional harus sejalan visi Jokowi

Proyek bantuan lembaga internasional harus sejalan visi Jokowi Jokowi rapat ekonomi. ©AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memberikan acuan dan evaluasi terhadap proyek kerja sama dengan lembaga donor yang selama ini menjalin hubungan dengan Indonesia.

Hal ini terkait dengan kedatangan Country Director World Bank, Rodrigo A Chaves bersama rombongan World Bank ke Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pagi ini.

"Kalau ada lembaga donor yang berminat maka akan ada acuannya. Pak JK beri acuan dan prioritasnya apa, juga sampaikan evaluasi dalam kerjakan proyek yang dikerjakan donor selama ini," tutur Andrinof di Kantor Wapres, Kamis (13/11).

Andrinof mengatakan, salah satu yang menjadi evaluasi Wapres adalah terkait durasi kerja sama dan proyek-proyek kerja sama yang mandek.

"Durasi itu akan kita perhitungkan betul kalau durasi proyek bisa 2 tahun, kenapa harus dibikin 4 atau 5 tahun.‎ Itu tadi dievaluasi kenapa mandek. Tapi mandeknya sedikit karena bisa dikontrol ketat dan sistem kontrolnya sederhana," jelasnya.

Sedangkan untuk prioritas kerja sama dengan lembaga donor, Andrinof menyebut beberapa sektor sudah dirancang pemerintah.

"Ya infrastruktur tapi yang penting ke mana, sesuai prioritas, yaitu pangan, energi, kelautan atau kemaritiman dan semua dibicarakan sekilas saja," tutur Andrinof.

Akademisi UI ini mengatakan, kerja sama dengan beberapa lembaga donor masih terus berlanjut. Semisal dengan Bank Dunia (World Bank) dan Islamic Development Bank (IDB). Lembaga-lembaga tersebut setuju untuk membantu di sektor-sektor yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah dan akan dilanjutkan ke kementerian-kementerian terkait.

"Ini dialog untuk menyamakan persepsi, tapi mereka akan membantu apa yang sesuai dengan keinginan kita dan kriteria kita. Lalu pembicaraan secara teknis dengan Bappenas dan menteri terkait," tutur Andrinof.

Pihak Bank Dunia, lanjut Andrinof, fokus di persoalan-persoalan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pak Wapres beri kerangka bahwa prioritas kita pada pangan dan energi, lalu kawasan Indonesia Timur. Kerangka itu penting dipahami donor seperti World Bank atau IDB, harus sejalan atau apa yang mendukung pemerintah. Targetnya menyukseskan sasaran pemerintah," tutup Andrinof. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP