Profesi Ini Tak Bisa Digantikan Oleh Robot
Merdeka.com - Robot humanoid asal perusahaan berbasis di Hong Kong, Sophia menjelaskan, pekerjaan apa yang robot mampu dan tidak mampu lakukan. Hal ini untuk menjawab kekhawatiran bahwa robot yang memiliki kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) bisa berbahaya bagi manusia.
Menurutnya, manusia memiliki keunggulan dalam empati, inspirasi, dan kreativitas. Aspek kemanusiaan itu tak terjangkau robot sehingga tenaga manusia dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu.
"Robot lebih jago mengolah angka dan melakukan tugas repetitif, (sementara) untuk menjadi guru atau CEO, kamu perlu memahami apa yang orang lain rasakan," ujar Sophia di Jakarta, Senin (16/9).
Selain itu, profesi seniman juga masih aman dari robot karena punya kreativitas. Sebetulnya sudah ada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang membuat lukisan, bahkan tahun lalu lukisan Edmond Belamy karya AI berhasil terjual hampir setengah juta dolar di rumah lelang Christie's.
Dia berharap agar akses setara di dunia pendidikan, teknologi, dan internet semakin meningkat. Sehingga, semua orang bisa berkontribusi pada perkembangan AI.
Namun, Sophie menyebut hasil kinerja AI masih sebatas mengelola data yang mereka pahami saja. "Hal itu masih belum sama dengan inspirasi sejati," tandasnya.
Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya