Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profesi Ini Tak Bisa Digantikan Oleh Robot

Profesi Ini Tak Bisa Digantikan Oleh Robot Robot asisten belanja di Swiss. ©2017 REUTERS/Arnd Wiegmann

Merdeka.com - Robot humanoid asal perusahaan berbasis di Hong Kong, Sophia menjelaskan, pekerjaan apa yang robot mampu dan tidak mampu lakukan. Hal ini untuk menjawab kekhawatiran bahwa robot yang memiliki kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) bisa berbahaya bagi manusia.

Menurutnya, manusia memiliki keunggulan dalam empati, inspirasi, dan kreativitas. Aspek kemanusiaan itu tak terjangkau robot sehingga tenaga manusia dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu.

"Robot lebih jago mengolah angka dan melakukan tugas repetitif, (sementara) untuk menjadi guru atau CEO, kamu perlu memahami apa yang orang lain rasakan," ujar Sophia di Jakarta, Senin (16/9).

Selain itu, profesi seniman juga masih aman dari robot karena punya kreativitas. Sebetulnya sudah ada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang membuat lukisan, bahkan tahun lalu lukisan Edmond Belamy karya AI berhasil terjual hampir setengah juta dolar di rumah lelang Christie's.

Dia berharap agar akses setara di dunia pendidikan, teknologi, dan internet semakin meningkat. Sehingga, semua orang bisa berkontribusi pada perkembangan AI.

Namun, Sophie menyebut hasil kinerja AI masih sebatas mengelola data yang mereka pahami saja. "Hal itu masih belum sama dengan inspirasi sejati," tandasnya.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP