Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produsen Otomotif Diminta Pasang Stiker Jenis BBM di Tangki Kendaraan

Produsen Otomotif Diminta Pasang Stiker Jenis BBM di Tangki Kendaraan SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ahli Bahan Bakar dan Pembakaran KK- Konversi Energi Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri meminta produsen kendaraan untuk menempelkan stiker terkait jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disarankan di dekat tangki kendaraan.

Menurutnya, cara ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas penggunaan BBM ramah lingkungan di Indonesia.

"AHM (PT Astra Honda Motor) dapat menempelkan stiker BBM yang disarankan dekat tangki pengisian. Agar masyarakat tahu jenis bensin ramah lingkungan apa yang sebaiknya digunakan," paparnya dalam webinar bersama YLKI, Kamis (3/12).

Penempelan stiker ini juga dinilai sebagai bentuk pertanggungjawaban produsen terkait upaya menekan polusi udara yang dihasilkan oleh emisi gas buang kendaraan. Sehingga, produsen dapat terlibat aktif dalam upaya peningkatan konsumsi BBM ramah lingkungan untuk peningkatan kualitas udara yang lebih baik.

"Ini sekaligus juga menagih komitmen mereka (produsen), tentunya untuk masalah polusi udara," tutupnya.

Premium Seharusnya Dihapus Sejak 2005

Sebelumnya, dia menyebut bahwa BBM jenis Premium seharusnya sudah dihapus sejak 2005 lalu. Menyusul kesepakatan pemerintah untuk mengimplementasikan Euro 2 di tanah air.

"Rencana penghapusan Premium ini harus juga segera dilakukan pemerintah. Dan seharusnya sejak implementasi euro 2 di Indonesia pada 2005 tidak ada lagi kendaraan yang sesuai dengan BBM Premium RON 88," tuturnya.

Tri mengungkapkan, saat ini teknologi mesin pada seluruh kendaraan telah mengalami transformasi mengikuti regulasi atas emisi gas buang. Tujuannya agar emisi gas buang yang dihasilkan tidak melewati ambang batas (uji tipe) juga dalam rangka menekan polusi udara untuk kualitas kehidupan yang lebih baik.

"Karena jika tidak mengikuti anjuran pabrik untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan tertentu akan berdampak buruk pada mesin. Sehingga, tenaga yang dihasilkan oleh mesin juga dapat berkurang, karena terjadi penumpukan karbon di ruang bakar," terangnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP