Produksi Nigeria merosot, harga minyak sentuh level tertinggi 2016
Merdeka.com - Harga minyak dunia menyentuh titik tertinggi sepanjang tahun ini. Didorong oleh penurunan produksi minyak Nigeria dan pelemahan dolar Amerika Serikat.
Kemarin, Rabu (9/6), harga minyak mentah jenis Brent North Sea sempat menyentuh USD 52.34 per barel, level tertinggi sejak Oktober. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) USD 51.15 per barel, tertinggi sejak Juli.
Tak lama kemudian, harga Brent North Sea crude untuk kontrak pengiriman Agustus bertengger di USD 52.24 per barel, naik USD 0.80 ketimbang penutupan perdagangan Selasa.
Adapun harga WTI untuk pengiriman Juli naik USD 0.65 menjadi USD 51.01 per barel. Ini menyusul pendaratan pertama harga minyak di atas USD 50 per barel, sehari sebelumnya.
"Sehari setelah menyentuh level di atas USD 50 per barel, harga Brent dan WTI terus menunjukkan peningkatan. Ini menyusul milisi Nigeria bertanggung jawab atas rangkaian serangan ke ladang minyak," kata Broker PVM seperti dikutip AFP, kemarin.
Para trader berharap data mingguan Departemen Energi kembali menunjukkan penurunan stok minyak mentah. Ini bisa mendorong lebih jauh tren penaikan harga emas hitam yang sudah meroket 90 persen sejak Februari lalu.
Sebelum mencatat rebound, pada bulan kedua tahun ini, harga minyak mentah sempat menyentuh level terendah dalam 13 tahun terakhir. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya