Produksi minyak Pertamina di luar negeri naik jadi 122.600 barel
Merdeka.com - Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina International EP (PIEP) mencatatkan produksi minyak dan gas sebanyak 122.600 barrel oil equivalent per day (BOEPD) hingga kuartal III-2016. Jumlah ini naik tipis dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat 113.600 BOEPD.
Direktur Utama PT PIEP Slamet Riyadi, mengatakan sepanjang periode Januari-September 2016, PIEP mencatatkan produksi minyak net to share sebesar 86.700 barel per hari (BOPD) dan gas 207 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Tingkat produksi ini naik tipis dibandingkan periodde Januari-September 2015 yang tercatat 78.400 bph untuk minyak dan gas sebanyak 204 MMSCFD.
"Peningkatan produksi ini ditopang oleh kenaikan rata-rata dari Project Phase 4 Development di Aljazair sebesar 2.500 bph, water injection di Irak yang meningkat sekitar 4.000 bph, serta injeksi gas dan water di ladang migas Malaysia meningkat sekitar 3.000 BOEPD," ujar Slamet di Jakarta, Senin (17/10).
Sesuai prognosa, produksi net to share PIEP rata-rata akhir 2016 sebesar 123.000 BOEPD, terdiri atas minyak 87.000 BOEPD dan gas 215 MMSCFD. Slamet mengaku pihaknya menjaga level produksi untuk tetap sesuai target hingga akhir tahun.
"Kami akan berupaya keras untuk menjaga level produksi sehingga akhir tahun produksi PIEP masih terjaga di sekitar 120.000 BOEPD," katanya.
PIEP memproyeksikan produksi mencapai 700.000 BOEPD hingga 2025, baik dari blok migas yang ada saat ini, yaitu di Irak, Malaysia, dan Aljazair maupun dari penambahan aset baru. Tahun lalu, dari target induk usaha sebesar 93.000 BOEPD, PIEP berhasil merealisasikan produksi sebesar 113.000 BOEPD. Dari produksi tersebut, sebanyak 39.000 BOPD diperoleh dari Aljazair, ladang minyak Irak berkontribusi 36.000 BOPD, dan dari blok migas di Malaysia menyumbang sebesar 38.000 BOPD.
Pada 2025, total produksi blok migas yang ada di tiga negara tersebut akan bertambah menjadi 250 ribu barel. Lapangan West Qurna 1 Irak, akan mengalami produksi puncak pada 2022 sebesar 1,6 juta barel. Dengan partisipasi sebesar 10 persen, bagian dari Pertamina sebesar 160.000 barel. Kemudian blok migas di Malaysia dan Aljazair, masing-masing akan memberikan kontribusi sebesar 45.000 barel sehingga total produksi pada 2025, sebesar 250.000 barel. Sisanya sebesar 350.000 barel, diharapkan dari aset baru.
"Pilihan ekspansi ke blok migas luar negeri yang dilakukan Pertamina merupakan sebuah keharusan. Pada 2025 nanti, kebutuhan minyak Indonesia mencapai dua juta barel. Dari jumlah tersebut, Indonesia harus mengimpor 1,5 juta barel,” kata Slamet.
Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim mengatakan saat ini tidak perlu ada keraguan lagi tentang kemampuan Pertamina di hulu maupun hilir migas. Bila di hilir Pertamina terbukti dengan kemampuan penyediaan dan pendistribisian migas di seluruh Tanah Air, di hulu produksi Pertamina dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat di tengah penurunan produksi dari badan usaha usaha migas lainnya, termasuk badan usaha migas skala internasional.
"PIEP pun terlihat secara bertahap menunjukkan perbaikan kinerja dengan berani masuk lebih dalam di usaha kegiatan migas di luar negeri. Ini tampak dari adanya pergeseran kegiatan yang semula hanya fokus akuisisi saham dari lapangan yang sudah berproduksi, kini mulai merambah ke kegiatan mencari dan memproduksi minyak di lapangan-lapangan yang prospektif," jelas Ibrahim.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya