Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produksi dan ekspor Freeport anjlok 20 persen

Produksi dan ekspor Freeport anjlok 20 persen PT Freeport. ©Reuters

Merdeka.com - Penerapan UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu bara diakui mempengaruhi produksi konsentrat PT Freeport Indonesia. Sejak UU ini diterapkan awal tahun dan sempat memaksa Freeport menghentikan ekspor, produksi konsentrat disebut-sebut anjlok cukup signifikan.

"Sekitar 20 persen. Tapi ini tergantung berapa cepat kita mengejar 7 bulan tidak bisa ekspor. Kita mencoba menjual tapi ada masalah segala macam kan," ucap Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto ketika ditemui di Gedung PLN Pusat, Jakarta, Selasa (14/10).

Rozik menyebut, awalnya Freeport menargetkan produksi konsentrat mencapai 2,2 juta ton. Namun hingga akhir tahun diperkirakan hanya 1,2 juta ton. Dari hasil produksi tersebut, sebanyak 700.000 ton akan diekspor hingga akhir tahun ini.

"Ekspor antara 700.000 ton. Ini juga 20 persen turun," tegasnya.

Penurunan produksi dan ekspor juga terjadi karena beberapa kecelakaan di tambang Freeport yang diakui cukup mengganggu operasional. Namun Rozik mengakui dampak dari kecelakaan kerja di tambang Freeport tidak terlalu signifikan terhadap produksi.

"Dampaknya jangka pendek saja. Kecelakaan terjadi lalu lintas kan. Mungkin mempengaruhi tapi tidak signifikan," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP