Produksi batubara melonjak dalam 3 bulan
Merdeka.com - Permintaan batubara dalam tiga bulan pertama mengalami peningkatan cukup signifikan. Tingginya permintaan otomatis mendorong produksi batubara untuk memenuhi kebutuhan permintaan tersebut.
Sepanjang kuartal I tahun ini, produksi batubara mencapai 102 juta ton. Volume tersebut mengalami peningkatan 50 juta ton dari produksi tahun lalu sebesar 90 juta ton. Diperkirakan, produksi batubara hingga akhir tahun bisa mencapai 390-400 juta ton.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Supriatna Suhala mengatakan, peningkatan produksi batubara terjadi karena banyaknya permintaan dari China dan India yang berencana menggunakan batubara untuk bahan bakar pembangkit listrik.
"Tetapi tidak hanya India dan China, kaya di Pakistan, Srilanka kemudian negara-negara termasuk di Timur Tengah juga pake batubara. China dan India yang paling banyak, masing-masing 60 juta per tahun," kata Supriatna di Jakarta Senin (21/5).
Tingginya permintaan membuat harga batubara tertekan. Dia menyebutkan, harga batubara mengalami penurunan hingga USD 100 per ton. "Harga turun sejak awal tahun November-Desember karena suplai semakin banyak, artinya banyak perusahaan tambang batubara," jelasnya.
Namun, saat ini para pengusaha tidak terlalu peduli dengan penurunan harga selama masih ada margin untuk para pengusaha. "Kalau di tambang dalam laut itu high cost. Masalahnya berbeda-beda ada yang turun USD 20 tapi bisa making money. Tapi kalau resiko tinggi dekat pantai dan diperkirakan produksinya hingga akhir tahun mencapai USD 390-400 juta ton," pungkasnya. (mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya