Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produksi 10.000 tabung gas 3 kg, Pindad tunggu dana Kementerian ESDM

Produksi 10.000 tabung gas 3 kg, Pindad tunggu dana Kementerian ESDM elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Pindad (Persero) menanti persetujuan DPR untuk alokasi anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini penting lantaran berkaitan dengan rencana produksi 3 juta tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram (Kg).

Dana untuk produksi tabung gas elpiji 3 kg dialokasikan di Kementerian ESDM. "Kami lagi menunggu proses anggaran dari Kementerian ESDM rampung. Kan masih dibahas DPR, tapi mereka pasti sudah persiapan. Itu buat produksi 3 juta tabung per tahun," ujar Direktur Utama Pindad Silmi Karim di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/2).

Silmi mengaku, Kementerian ESDM menggelontorkan anggaran sekitar Rp 700 miliar untuk produksi tabung gas 3 kg. Perseroan masih menghitung biaya produksi setiap tabung."Dalam melaksanakan amanah ini, kita cuma butuh kejelasan, supaya safety dapat, kompetitif juga dapat," jelas dia.

Soal suplai bahan baku berupa baja untuk tabung, tinggal melanjutkan kontrak dengan PT Krakatau Steel Tbk. "Produksi tabung elpiji 3 kg bukan proyek pertama Pindad. Produksi tabung gas ini sudah berlangsung sejak 2008 dengan pengadaan dari PT Pertamina (Persero), bukan Kementerian ESDM," ungkapnya.

Sebelumnya, PT Pindad bakal memproduksi 10.000 tabung gas elpiji per hari atau sekitar tiga juta per tahun. Itu untuk mendukung program konversi bahan bakar minyak ke gas. Silmy mengaku telah meminta PT Krakatau Steel untuk menyediakan bahan baku.

" Krakatau Steel sambut baik dan ini bagian sinergi BUMN untuk mendukung bahan baku yang dibutuhkan Pindad dalam produksi tabung elpiji," jelas dia beberapa waktu lalu. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP