Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produk lokal masih di bawah standar, kontraktor migas andalkan impor

Produk lokal masih di bawah standar, kontraktor migas andalkan impor kilang minyak pertamina di cilacap. ©2014 merdeka.com/angga yudha pratomo

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sejumlah alat eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi masih harus diimpor. Sebab, produk dalam negeri umumnya masih di bawah standar spesifikasi.

"Di migas itu yang paling banyak diimpor misalnya turbin dan kompresor yang besar, karena karakter barangnya. Spesifikasinya belum banyak diproduksi di dalam negeri," ujar Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, Jakarta, Senin (29/2).

Atas dasar itu, menurutny, SKK Migas telah ditugaskan untuk terus meningkatkan penggunaan komponen lokal semaksimal mungkin.

"Sekarang di SKK Migas pada waktu detail engineering proyek, sebanyak mungkin KKKS harus pakai dari produk lokal," jelas dia.

Menteri ESDM Sudirman Said menambahkan, keran impor juga masih terbuka lebar untuk komponen listrik. Semisal, isolator 500 Kilovolt.

"Itu sih karena karakter barangnya. Spesifikasinya belum banyak diproduksi di dalam negeri," ucap Sudirman.

Makanya, pemerintah mendorong investor asing membangun pabrik komponen listrik di Indonesia. Dengan begitu, komponen untuk jaringan transmisi listrik bisa sepenuhnya dipasok dari dalam negeri.

"Sekarang beberapa manufaktur sudah bangun pabrik di sini. Maka komponen untuk transmisi nanti bisa 100 persen Indonesia," ujarnya.

"Mereka kerja sama dengan pemilik modal di Indonesia. Pindah pabrik juga melibatkan tenaga kerja Indonesia."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP