Produk dalam negeri tak terpukul kenaikan dolar AS
Merdeka.com - Bank Indonesia sudah memprediksi jauh-jauh hari mata uang dolar AS terhadap rupiah bakal meningkat. Pada Kamis (12/3) kemarin, nilai tukar rupiah Rp 13.176 per dolar AS.
"Kita harus siap ke depan akan ada depresiasi (pelemahan) karena USD terjadi penguatan dan di dunia AS merupakan ekonomi yang betul-betul sedang perbaikan dibandingkan negara lain," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (27/2) lalu.
Dengan meningkatnya nilai dolar, sudah dipastikan harga-harga produk yang dibeli dengan nilai dolar juga ikut meningkat. Meski tidak signifikan, namun kenaikan harga tersebut tetap berpengaruh pada penjualan produk-produk tersebut.
Namun, tidak semua produk terpengaruh atas meningkatnya nilai tukar dolar AS. Masih ada produk dalam negeri tak kalah kualitasnya, bahkan tersedia dengan harga terjangkau.
Adalah Export, produk asli Bandung yang menyediakan tas, fashion, dan aksesoris bagi anak muda khususnya remaja putri, dengan ciri warna dan desain yang khas. Meski berada di tengah nilai rupiah yang menurun, Export masih menyediakan diskon untuk para fashionista.
"Kami di sini ga terpengaruh sama kenaikan dolar. Penjualan masih stabil, bahkan kita menyediakan diskon hingga 50%," ujar salah seorang seller Export di Mall Ambassador, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Selain itu, ada pula Fake London yang bergerak dalam fashion dan aksesoris buatan Indonesia. Brand ini juga menyediakan diskon hingga 70%.
"Produk di sini semua asli buatan Indonesia, harga terjangkau dan ada diskon hingga 70%," kata salah seorang seller Fake London di Mall Ambassador.
Meski produk luar negeri sering digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia, namun produk dalam negeri tidak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya