Presiden Jokowi Tegaskan Transisi Energi Pekerjaan Rumah Seluruh Negara Dunia
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, percepatan transisi energi baru dan terbarukan (EBT) bukan merupakan pekerjaan rumah Indonesia semata. Menurutnya, percepatan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan tersebut merupakan tanggung jawab internasional, termasuk seluruh negara anggota KTT G20.
"Transisi energi ini adalah pekerjaan rumah kita semua, tidak hanya bagi Indonesia. Namun, juga bagi seluruh negara G20 dan komunitas global," ujar Presiden Jokowi dalam paparannya yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam webinar Peluncuran Transisi Energi G20 di Jakarta, Kamis (10/2).
Presiden Jokowi melanjutkan, percepatan transisi energi baru dan terbarukan juga bukan merupakan tanggung jawab pemerintah antar negara semata. Melainkan juga sektor swasta internasional, mencakup lembaga keuangan di dalamnya.
"Tidak hanya pemerintah namun juga bagi korporasi, lembaga keuangan, dan semua pemangku kepentingan," jelasnya.
Kepala negara ini menyampaikan, Indonesia sendiri telah menetapkan target emisi nol persen atau net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Target ini sebagaimana kesepakatan dalam KTT perubahan iklim (COP26) di Glasgow, Skotlandia.
Maka dari itu, Presiden Jokowi meminta dukungan internasional dalam mewujudkan target emisi nol persen itu. Antara lain dengan melakukan investasi di sejumlah proyek pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia.
"Pada COP 26 Glasgow kita telah mencapai kesepakatan untuk bersama-sama memacu pemakaian energi yang ramah lingkungan," tutupnya.
Pilar Transisi Energi Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, menyampaikan pilar transisi energi merupakan salah satu pilar utama yang akan dibahas dalam Presidensi G20 2022 di Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Pada peluncuran G20 Indonesia Desember 2021, bapak Presiden Joko Widodo telah mengumumkan 3 isu atau pilar yang akan dibahas Indonesia pada Presidensi G20, yaitu kesehatan global, transformasi ekonomi digital,m dan transisi energi," kata Menteri Arifin.
Ketiga isu ini diharapkan dapat mewujudkan tema utama presidensi G20 Indonesia yaitu Recover together, Recover stronger atau pulih bersama dan pulih lebih kuat. Menurutnya, Presiden Jokowi telah mengarahkan agar pertemuan G20 dapat menghasilkan kesepakatan yang konkrit dan menghindari perdebatan yang tidak perlu.
Oleh karena itu, sebagai pengampu transisi energi, Kementerian ESDM mendapat kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang besar untuk menyukseskan Presidensi G20 pada pilar transisi energi.
Pilar transisi energi akan mengangkat 3 isu prioritas, yaitu perihal akses, teknologi dan pendanaan. Dengan 3 prioritas tersebut forum transisi energi diharapkan memberikan hasil persidangan G20 lebih konkrit guna memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan serta transisi yang berkeadilan dalam konteks pemulihan yang berkelanjutan.
"Dengan urgensi 3 prioritas itu pula, pada pertemuan tingkat Menteri energi nanti di Bali pada awal September 2022, forum transisi energi diharapkan dapat mendapatkan kesepakatan global untuk mengakselerasi transisi energi," jelasnya.
Pilar transisi energi diharapkan menghimpun komitmen global lebih kuat, dalam rangka mencapai target global pada akses energi yang ditargetkan agenda tahun 2030, sebagai pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan pemanfaatan energi yang bersih dan mengintensifkan pendanaan transisi energi.
Hasil utama inilah yang diharapkan oleh Presidensi Indonesia sebagai tindak lanjut aksi-aksi Pasca COP26 atau Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-26 di Glasgow, Skotlandia, dan Presidensi G20 di Italia, dalam rangka mencapai karbon netral.
"Indonesia telah ditargetkan pada tahun 2060 akan mencapai karbon netral atau lebih cepat lagi dengan dukungan komunitas internasional. Oleh karena itu marilah kita semua bersama-sama mensukseskan Forum Transisi energi G20 2022," pungkasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya