Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Jokowi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2021 Tumbuh Lebih Tinggi

Presiden Jokowi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2021 Tumbuh Lebih Tinggi Presiden Jokowi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2021 Tumbuh Lebih Tinggi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, saat ini perekonomian Indonesia telah berangsur-angsur pulih pasca terdampak pandemi Covid-19. Dia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal IV-2021 bisa tumbuh lebih tinggi dari kuartal sebelumnya.

"Bahkan, (ekonomi) tumbuh sangat baik," ujar Jokowi dalam paparannya yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Opening Ceremony The 3rd Indonesia Fintech Summit 2021, Sabtu (11/12).

Jokowi menerangkan, prospek cerah pertumbuhan ekonomi domestik tercermin dari berbagai indikator. Antara lain melesatnya penerimaan negara baik dari sektor perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Selain itu, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2021 mampu berada di level 53,9. Level tersebut mengindikasikan kinerja manufaktur domestik dalam skala ekspansif.

"Dilihat dari berbagai indikator itu pertumbuhan ekonomi diperkirakan pada kuartal keempat (2021) akan jauh lebih kuat dari kuartal ketiga yang sangat dipengaruhi Delta varian," tekannya.

Meski begitu, dia meminta semua pihak untuk tetap disiplin protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi. Menyusul penyebaran varian virus Corona jenis baru, yakni Omicron yang tengah menghebohkan dunia.

"Karena varian Omicron lebih mudah menular," pungkas Jokowi.

IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Turun

Deputi Pertama Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Geoffrey Okamoto mengatakan, pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan sebesar 4,9 persen pada 2022 masih akan berpotensi turun akibat varian COVID-19 baru Omicron.

"Kami memproyeksikan pertumbuhan global menjadi 5,9 persen pada 2021 dan menurun menjadi 4,9 persen tahun depan. Saya pikir penting untuk menegaskan bahwa masih ada risiko penurunan," katanya dalam Media Briefing Bersama IMF di Nusa Dua, Bali, dikutip Antara, Jumat (10/12).

Pada Oktober 2021, IMF merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2021 sebesar 5,9 persen atau lebih rendah 0,1 persen dari perkiraan yang diumumkan pada Juli lalu. Penurunan proyeksi tersebut seiring adanya penurunan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2021 akibat merebaknya kasus positif varian Delta di seluruh dunia.

Di sisi lain, adanya varian baru Omicron sekaligus gangguan rantai pasok kembali menekan kegiatan perekonomian yang mulai pulih pada kuartal IV 2021, sehingga berimplikasi pada ekonomi tahun depan.

Menurutnya, krisis ini akan memiliki dampak berkepanjangan atau scarring effect yang bertahan lama pada ekonomi dan kelompok rentan mengingat varian Omicron menciptakan ketidakpastian COVID-19 menjadi lebih agresif.

Terlebih lagi, krisis akan semakin dalam seiring adanya tekanan inflasi yang dapat menyebabkan pengetatan kebijakan moneter secara lebih cepat dari perkiraan di negara maju. Tekanan inflasi dan pengetatan kebijakan moneter ini akan memperketat kondisi keuangan global dengan beberapa potensi limpahan di emerging market dan negara berkembang.

(mdk/ags)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP