Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Jokowi minta target proyek 35.000 MW dihitung ulang

Presiden Jokowi minta target proyek 35.000 MW dihitung ulang Jokowi resmikan PLTP Lahendong. ©2016 merdeka.com/hana adi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta target megaproyek 35.000 megawatt untuk dihitung ulang. Menurutnya, dengan tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah, kelebihan kapasitas listrik justru akan merugikan Indonesia.

"Hitungan-hitungan sebelumnya memang, ini ada kalkulasi, ada perhitungan. Dalam praktik di lapangan, pertumbuhan ekonomi dengan perencanaan mengenai pertumbuhan ekonomi yang kita hitung memang berbeda," kata Presiden dalam sidang Dewan Energi Nasional (DEN) di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1).

Menurutnya, kelebihan pembangunan pembangkit salah satunya akan merugikan perusahaan listrik negara (PLN). Di mana listrik yang diproduksi tidak akan terserap karena rendahnya konsumsi listrik masyarakat.

"Sehingga saya kira juga perlu dikalkulasi lagi. Kalau kelebihan (kapasitas listrik) saya kira juga ada masalah. Karena apapun ini akan membuat pemborosan di PLN, karena apapun itu harus kita bayar. Sehingga cost of moneynya menjadi lebih tinggi," sambungnya.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa angka 35.000 bukan target melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi. "Kita harus lihat ini bukan lagi semata target, tapi ini kebutuhan."

Presiden Jokowi mengungkapkan konsumsi listrik per kapita di Indonesia memang masih rendah dibandingkan dengan negara lainnya, yaitu hanya 917 kWh di 2015. Sementara, di Vietnam sudah 1795 kWh, dan di Singapura sudah 9146 kWh.

"Kalau kita ingin tumbuh lebih cepat lagi, membangun lebih merata lagi di seluruh pelosok Tanah Air, maka kebutuhan konsumsi listrik akan semakin meningkat," ujarnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP