Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Jokowi: Kadang-kadang kita juga harus sombong

Presiden Jokowi: Kadang-kadang kita juga harus sombong Konser Salam Dua Jari. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo tak hentinya meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menumbuhkan rasa optimisme bahwa Indonesia adalah negara besar dan menuju perjalanan lebih baik. Menurut Jokowi, Indonesia punya potensi dan kekuatan yang besar baik alam maupun rakyatnya.

Menurut Jokowi, bukti Indonesia negara besar adalah, Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Selain itu, saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang baru dilaksanakan pekan lalu, di Jakarta dan Bandung pun, menurut Presiden Jokowi, sejumlah negara peserta juga memandang Indonesia sebagai negara besar.

"Mereka memandang kita, kok kita malah pesimis sendiri, dingkluk, dingkluk sendiri. Rendah hati tidak apa-apa, rendah hati itu penting, tapi kadang-kadang kita juga harus sombong, gitu lho. Ini lho Indonesia!. Tidak usah takut-takut," kata Jokowi seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet di Jakarta, Kamis (30/4).

Jokowi juga meminta masyarakat untuk menumbuhkan sikap optimisme atas pembangunan yang dikerjakan saat ini. Beberapa proyek besar bahkan sudah mulai dikerjakan, misalnya tol Trans Sumatera, proyek sejuta rumah dan lain sebagainya.

"Jangan sekali-kali kita punya pandangan negatif terhadap diri kita sendiri dan mempunyai rasa pesimisme. Itu harus dibuang, mulai dibuang," pinta Jokowi.

Sebelumnya dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 di Hotel Bidakara, Jokowi menyebut fokus pemerintah ke depan adalah membangun infrastruktur, baik darat, udara maupun laut.

Jokowi menyadari, selama ini banyak tudingan dan cibiran dari masyarakat kalau pemerintahannya saat ini cuma omong saja dan tidak ada kerja nyata. Menurut Jokowi, ini terjadi karena adanya proses pengesahan anggaran yang baru diketuk bersama DPR pada pertengahan Januari 2015 lalu.

"Karena banyak yang tidak tahu, kalau pemerintahan pasti tahu karena pertengahan Januari anggaran kita baru bisa diketuk. Kemudian kita ada proses lelang sehingga mulainya proyek pertengahan April dan awal Mei. Ini akan semakin banyak," ucap Jokowi dalam pidatonya di Jakarta, Selasa (29/4).

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP