Presiden Jokowi Ingin RUU Migas Tak Berbelit-belit
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas membahas mengenai RUU Minyak dan Gas Bumi (Migas). Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta kepada jajaran menteri agar lebih teliti supaya tidak bertentangan dengan konstitusi.
"Kedua, mengingat bahwa minyak dan gas bumi adalah sumber daya pembangunan yang strategis tapi juga tidak terbarukan maka RUU ini juga harus mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional kita," kata Jokowi di Kantor Presiden, Rabu (23/1).
Jokowi melanjutkan, pada 2019, pemerintah ingin meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai bidang. Dasar hukum baru ini nantinya diharapkan bisa memperkuat nilai tambah SDM di sektor migas.
Tak hanya mendorong produksi migas, Jokowi juga berharap, undang-undang baru nantinya juga ramah terhadap investasi. Diakuinya, di sektor ini dalam beberapa tahun lalu dikenal dengan sistem perizinan yang cukup panjang.
"Saya menekankan agar melalui pembentukan UU ini juga kita dijadikan perlindungan hukum untuk reformasi tata kelola migas sehingga lebih efisien, lebih transparan, tidak berbelit-belit, sederhana dan bisa berkelanjutan, memberikan nilai tambah," jelas Jokowi.
Sumber: Liputan6Reporter: Ilyas Istianur Praditya
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya