Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Bank Dunia dan menteri Jokowi kumpul bahas sampah plastik di Bali

Presiden Bank Dunia dan menteri Jokowi kumpul bahas sampah plastik di Bali Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim kunjungi Taman Hutan Raya Ngurah Rai. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, mengunjungi Taman Hutan Raya Ngurah Rai, atau lebih dikenal dengan Mangrove Information Center (MIC). Bertempat di kawasan Suwung Kauh, Denpasar, Bali, Jumat (6/7).

Dalam kunjungan Presiden Bank Dunia ini, didampingi oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Saat tiba di hutan mangrove tersebut, Presiden Kim bersama para menteri dan rombongannya, melihat lingkungan di sekitar hutan mangrove sambil berjalan santai dan melihat banyaknya sampah plastik yang berserakan di akar-akar pohon mangrove. Selanjutnya, para rombongan tersebut melakukan diskusi internal secara tertutup.

presiden bank dunia jim yong kim kunjungi taman hutan raya ngurah rai

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim kunjungi Taman Hutan Raya Ngurah Rai ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Saat menemui awak media, Presiden Kim menyampaikan bahwa kehadirannya di hutan mangrove adalah untuk membicarakan topik lingkungan. Misalnya, seperti plastik yang bisa terurai atau plastik yang terbuat dari bahan singkong.

"Karena selama ini, sering ada anggapan urusan lingkungan ini hanya urusan segelintir orang saja, padahal ini adalah masalah yang sangat fundamental.Orang-orang mengatakan bahwa lingkungan itu penting buat pariwisata, sebenarnya lebih dari itu," katanya.

"Kita tahu plastik-plastik ini, sering masuk ke lautan dan kemudian terurai dan dimakan oleh ikan dan ujung-ujungnya itu kita makan juga, sehingga plastik itu masuk ke tubuh kita," imbuh Presiden Kim.

Presiden Kim juga menjelaskan, seperti yang dikatakan oleh Menko Luhut, penanganan persoalan lingkungan sebesar ini, membutuhkan pendekatan yang utuh dan terpadu. "Ekonomi itu komponennya banyak sekali, semua harus terlibat dalam ekonomi. Kalau orang mengatakan ini hanya soal pengelolaan ekonomi, namun pergerakan dari ekonomi juga adalah masalah lingkungan dan lain-lainnya," ujarnya.

Presiden Kim juga memaparkan, bahwa pertama misi dari bank dunia adalah mengangkat orang-orang dari kemiskinan. Kemudian, kedua adalah mengurangi ketimpangan atau ketidaksetaraan. Hal itu, adalah salah satu hal yang penting yang harus dilakukan dan itu menjadi tujuan bank dunia.

"Tidak hanya untuk membantu orang-orang, tapi juga menciptakan keadilan. Bagian ini sering sekali luput dari perhatian orang-orang, itu memang adalah tujuan utama kami," ungkapnya.

"Baru-baru ini, saya ke Bangladesh mengunjungi antara lain pengungsi Rohingnya. Sebelumnya bank dunia belum pernah mengalokasikan dana untuk pengungsi. Namun, di bawah kepemimpinan Ibu Ani (Sri Mulyani Indrawati) waktu itu, kami mengalokasikan dana khusus untuk pengungsi sekitar USD 500 juta yang kami salurkan melalui pemerintah Bangladesh," jelas Presiden Kim.

presiden bank dunia jim yong kim kunjungi taman hutan raya ngurah rai

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim kunjungi Taman Hutan Raya Ngurah Rai ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Menurut Presiden Kim, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara untuk menciptakan masyarakat yang damai di dunia dan memberikan peluang bagi semua orang untuk berpartisipasi.

"Salah satu contohnya bagaimana masyarakat, bisa terlibat dalam program stunting. Di mana saat ini, dari 37 persen anak-anak Indonesia mengalami stunting itu. Namun, di sini saya sangat terkesan, dengan apa yang dilakukan pemerintah Indonesia. Sebagaimana tadi Bapak Luhut katakan, bahwa ini tidak bisa jika tidak dijalankan secara terpadu, ini bukan cuma soal ekonomi tetapi ini melibatkan seluruh sektor," ujarnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP