Prabowo-Hatta sesumbar mampu berhenti berutang pada asing
Merdeka.com - Bank Indonesia belum lama ini merilis utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Maret 2014 sebesar USD 276,5 miliar atau setara dengan Rp 3.156,8 triliun. Angka ini tumbuh 8,7 persen dibandingkan dengan posisi Maret 2013.
BI mencatat utang luar negeri pemerintah Maret 2014 mencapai USD 122,4 miliar atau setara Rp 1.406 triliun dengan kurs saat ini. Angka ini naik dibandingkan bulan sebelumnya di mana hanya USD 121,9 miliar.
Terus membengkaknya utang pemerintah menjadi perhatian pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Hatta Rajasa. Mereka sesumbar akan berhenti berutang jika terpilih memimpin Indonesia lima tahun mendatang.
"Mengurangi pinjaman luar negeri baru oleh pemerintah, baik multilateral maupun bilateral, dengan target menjadi nol pada tahun 2019," tulis pasangan ini dalam dokumen visi misinya.
Prabowo-Hatta juga berjanji akan mengelola utang melalui surat berharga negara dengan cermat dan bijak, serta memanfaatkannya dengan efisien dan efektif.
Utang saat ini, lanjutnya, akan difokuskan untuk pembiayaan infrastruktur. Selain itu, defisit keuangan ditargetkan hanya 1 persen dari PDB mulai 2017 mendatang.
"Mengembangkan inovasi produk keuangan dari negara yang terintegrasi dengan inovasi pajak, khususnya dalam bentuk Obligasi Infrastruktur."
Pasangan ini turut akan mengeluarkan produk pembiayaan infrastruktur sosial seperti air bersih dan rumah sakit, antara lain berdasarkan PPP/Private Finance Initiative (PFI). "Dengan catatan cost of money nya hanya sedikit di atas kupon Surat Berharga Negara."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya