Prabowo dan Jokowi ditantang hilangkan trader gas
Merdeka.com - Kedua pasangan Capres-cawapres baik Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dan Joko Widodo - Jusuf Kalla ditantang untuk menghilangkan trader gas dalam negeri. Sebab, selama ini diduga ada transfer fee antara pembeli dan penjual gas yang membuat produsen kesulitan melakukan penjualan.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rofiky Dwi Putrohari menuturkan, transfer fee rawan ketidakjujuran.
"Kalau lebih bagus langsung saja tidak ada trader dalam gas. Ini mungkin bisa kita titipkan ke salah satu capres. Apakah dia berani menghilangkan trader," ucap Rofiky di Jakarta, Selasa (1/7).
Menurutnya, akan lebih baik jika tidak ada perantara dalam pembelian minyak dan gas. Harga bisa lebih murah. "Sehingga harga itu bisa lebih rendah dibeli karena tidak ada perantara," ucapnya.
Dia menyebutkan cara menghilangkan trader atau perantara. Salah satunya, perusahaan penghasil energi migas diperbolehkan menjual energi siap saji di belakangnya.
"Ada yang bilang itu monopoli. Asal dimanfaatkan masyarakat langsung sama halnya jika saya menjual energi baru terbarukan. Yang dijual listriknya. Hal seperti itu untuk memotong tali transaksi. Mereka berpikir dalam 5 tahun ke depan. Saya tidak lihat ada di visi misi ini," jelasnya.
Tidak hanya masalah trader gas, persoalan trader minyak juga pernah disinggung. Trader minyak kerap dikait-kaitkan dengan mafia. Calon wakil presiden nomor urut dua, Jusuf Kalla menyebut adanya mafia kilang minyak (refinery) di Indonesia. Karena itulah tidak ada kilang minyak baru yang berdiri.
Menteri Perindustrian MS Hidayat sependapat dengan pernyataan JK. Dia juga menyebut mafia minyak sebenarnya para trader yang biasa melakukan impor BBM ke Indonesia.
"Siapa saja yang menghalangi pembangunan refinery oleh Pak JK dikatakan sebagai mafianya, padanya sebetulnya itu trader yang selama ini yang mendapatkan untung dari impor," ucap Hidayat di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (23/6).
Salah satu calon presiden, Prabowo Subianto bahkan berjanji akan melibas mafia migas di Indonesia. Caranya adalah dengan memperkuat BUMN sebagai ujung tombak energi di Indonesia.
"Kami dan Prabowo akan menghapus mafia minyak itu. Menggunakan BUMN sebagai ujung tombak. BUMN sekarang banyak diejek dan disebut korupsi tidak efisien dan memble. Sebetulnya nanti tidak perlu begitu," ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (2/6). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya