Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Potensi Dana Haji di Indonesia Capai Rp20,5 Triliun di 2020

Potensi Dana Haji di Indonesia Capai Rp20,5 Triliun di 2020 Bank Permata. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Permata Bank melihat peluang dan potensi bisnis haji di Indonesia setiap tahunnya mengalami pertumbuhan. Bahkan dilihat dari potensi jumlah dana haji diproyeksikan pada tahun 2020 mencapai hingga Rp20,5 triliun.

"Kita lihat pendaftarnya tiap tahun kuota haji itu hampir sama saja dari tahun ke tahun dari sejak 2017 ke 2019 kuotanya tetap 221 ribu, sementara 20 ribunya itu dipakai untuk ONH (Ongkos Naik Haji) plus, kalau untuk regular 200 ribu, sedangkan pendaftarnya dari tahun ke tahun itu naik, 2016 itu 488 ribu pendaftar naik ke 607 ribu (tahun 2017), naik lagi ke 679 ribu (tahun 2018), dan hampir naik 750 ribu di tahun lalu (2019)," kata Direktur Unit Usaha Syariah PermataBank, Herwin Bustaman dalam acara exclusive online media session PermataTabungan iB Haji, Kamis (14/5).

Melihat kuota ibadah haji tidak bertambah sedangkan pendaftarnya naik, otomatis tahun antreannya pun semakin panjang. Dia menyebut, data yang diperoleh dari Kementerian Agama, waktu keberangkatan ibadah haji rata-rata untuk setiap provinsi yakni 12 hingga 39 tahun sejak pendaftaran haji.

Herwin mengatakan, memang top ten pendaftar haji masih di dominasi dari pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, kemudian disusul dengan daerah Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat. Sehingga jumlah pendaftar haji tumbuh rata-rata dari tahun 2016-2019 sebesar 10 persen setiap tahun.

"Kalau dimulai dari awal diusia dini 17 atau 21 atau 24 tahun itu mungkin akan terlalu lama untuk menunggu pendaftaran haji tersebut, hingga tahun 2019 sendiri sudah ada sekitar 3 juta pendaftar yang masih dalam antrean menunggu waktu keberangkatan haji," ujarnya.

Tabungan Haji

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Maka dari itu, Herwin mengatakan pihaknya hadir untuk membantu masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji dengan menabung sejak dini, dengan meluncurkan PermataTabungan iB Haji.

Dia mengatakan, waktu dulu proses pendaftaran porsi haji itu membutuhkan waktu 1-2 hari, tergantung apakah ada bank syariah terdekat dengan Kementerian Agama. Biasanya calon ibadah haji ini mendaftarkan dulu ke Kantor Kementerian Agama yang berada di kota-kota Kabupaten, setelah itu mendapatkan surat untuk disetorkan dana tersebut ke bank syariah terdekat, setelah itu mereka harus kembali lagi ke Kementerian Agama dan mendapat antrian haji.

"Sejak 2016 Permata Bank Syariah kita sudah melakukan inovasi dengan membuka counter-counter Permata Bank Syariah di kantor-kantor Kementerian Agama di kota-kota madya dan kabupaten, dengan adanya counter tersebut proses bisa dilakukan dalam 36 menit," ujarnya.

Herwin menambahkan, bahwa saat ini sudah ada 26 lantap sebagai entry point bagi nasabah untuk mendapatkan produk tabungan haji. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan untuk memperluas lantap di wilayah potensial lainnya untuk melayani pendaftar haji nasional sebanyak 23 lantap atau counter.

"Sekarang ini memang ada 26 counter (lantap) rencana akan dibuka beberapa tahun ini," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP