Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pontang-panting Kerajaan Saudi benahi ekonomi negara tengah ambruk

Pontang-panting Kerajaan Saudi benahi ekonomi negara tengah ambruk Arab Saudi. © Religion.info

Merdeka.com - Perekonomian Arab Saudi tengah ambruk karena rendahnya harga minyak dunia sejak pertengahan 2014 silam. Harga minyak dunia sendiri turun dari puncaknya di atas USD 100 per barel hingga jadi USD 40 per barel saat ini.

Negara kaya minyak ini bahkan telah mengeluarkan cetak biru ekonomi jangka panjang untuk menghadapi rendahnya harga minyak dunia. Namun, hal ini tidaklah mudah karena banyaknya tantangan struktural negara yang harus dihadapi Kerajaan.

Cetak biru ekonomi Saudi jangka panjang ini disebut 'Saudi Vision 2030' yang mengubah beberapa peraturan, anggaran dan kebijakan dalam 15 tahun ke depan. Intinya, Saudi ingin mengurangi ketergantungan keuangan negara pada sektor minyak. Sebagai eksportir minyak terbesar dunia, defisit anggaran Saudi pada 2015 mencapai rekor tertinggi yaitu USD 98 miliar.

Para pejabat setempat sudah mengambil tindakan untuk mendiversifikasi pendapatan sebelum kas negara mengering. Bulan ini, Deputi Putra Mahkota, Mohammed bin Salman mengatakan pada perusahaan minyak milik negara, Aramco agar asetnya dan investasinya di arahkan ke sektor lain.

Analis dari McKinsey menyebut, Saudi bisa menaikkan pendapatan negara dan memperbaiki ekonominya dengan beberapa syarat. Pertumbuhan PDB bisa tumbuh dua kali lipat di tahun ini dibanding 2015 jika pejabat setempat bisa fokus pada delapan sektor non-minyak seperti manufaktur, pertambangan, pariwisata, kesehatan, dan keuangan. PDB Saudi sendiri tumbuh 3,4 persen di 2015.

Langkah Saudi ini tidaklah mudah karena banyak tantangan yang harus dihadapi. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP