Ponsel buatan anak negeri tak bisa bersaing karena ekosistem
Merdeka.com - Salah satu perusahaan pelat merah yaitu PT INTI pernah membuat ponsel dan dijual di dalam negeri. Namun produksi ponsel merek IMO ini mati dan hanya bisa bertahan satu tahun karena ekosistem bisnis industri telekomunikasi yang tidak mendukung.
Direktur Utama PT INTI, Tikno Sutisna mengatakan untuk bersaing membuat merek sendiri di dalam negeri sangat berat. Kebijakan pemerintah dinilai tidak mendukung dan menciptakan suasana bisnis yang tidak menguntungkan.
"Kayanya buat brand sendiri berat. Kecuali tiba tiba pemerintah bisa memaksa untuk produksi dalam negeri. Kami cuma spesialis membangun proses produksi, produksi merek apapun," kata Tikno ketika berbincang dengan merdeka.com di Kantornya, Jakarta, Rabu (18/9).
Menurut Tikno, masalah perkembangan bisnis ponsel di Indonesia seperti telur dan ayam. Produsen ponsel sangat bergantung pada perusahaan design, komponen maupun konten. Di sisi lain perusahaan design sangat bergantung pada produsen ponsel. Dari kedua ini tidak ada yang memulai duluan.
"Punya design sendiri tentu jangka panjang kita harus mampu. Ekosistem harus tercipta masing masing ke bidangnya dan efisiensi. Misalnya ada perusahaan spesialis design kami produksi. Sehingga value change kompetitif," katanya.
Suasana bisnis yang saling mendukung harus diciptakan agar ponsel buatan anak negeri bisa bersaing dari sisi teknologi. Rantai nilai dari setiap produksi harus didukung sehingga menciptakan produk yang kompetitif. Kemudian pemerintah juga harus bisa memaksa produsen ponsel asing agar membangun pabrik di Indonesia.
"Rantai ini terpengaruh oleh ekosistem. Sampai sekarang belum tercipta lingkungan industri basis elektronika IT terutama hardware di Indonesia ekosistem belum mendukung," tegasnya.
Padahal menurut Tikno, saat ini pihaknya juga sudah mampu produksi ponsel yang mendukung teknologi canggih. Namun demikian karena ekosistem yang tidak mendukung pembuatan ponsel anak negeri akhirnya ditutup. "Dari sisi fasilitas produksi yang canggih dan semi canggih dan tradisional itu mirip mirip. Yang membedakan itu komponen dan menampung software beda lagi. Kita siap produksi," tutupnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya