Pola Pikir Pelaku Usaha Jadi Tantangan dalam Digitalisasi UMKM
Merdeka.com - Co-Founder Investree, Amir Amiruddin menilai pola pikir pelaku UMKM menjadi tantangan terbesar dalam akselerasi digitalisasi UMKM. Menurutnya, akan lebih mudah mengajak pelaku UMKM generasi milenial untuk beralih ke pasar online ketimbang mereka yang belum teredukasi teknologi.
"Milenial yang sudah tahu digital ini tidak sulit karena mereka sudah terbiasa," kata Amir dalam Dialog Geliat Digitalisasi UMKM, Jakarta, Rabu (19/5).
Sebenarnya kata Amir, tanpa membeda-bedakan literasi penggunaan teknologi, bisa dengan mudah mengadopsi digitalisasi sebagai media baru berniaga. Hanya saja, pola pikir masyarakat yang tidak terbuka membuat digitalisasi yang bisa dengan mudah dipelajari mendapat penolakan.
"Jadi kalau saya menilai ini bagaimana cara berpikir agar orang mau berubah karena adopsi sesuatu yang baru itu tidak ada yang sulit," ungkapnya.
Tantangan ini pun tak hanya terjadi di Indonesia. Amir mengatakan negara dengan inklusi keuangan yang rendah juga menghadapi masalah yang sama. "Ini sama dengan di luar negeri, masalah inklusi keuangan juga menjadi masalah besar karena ada gap," katanya.
Rendahnya inklusi keuangan ini membuat para pelaku UMKM tidak tersentuh dengan pembiayaan dari sektor-sektor formal. Maka, peluang ini harus bisa dimanfaatkan perusahaan fintech agar bisa menggiring kelompok ini bisa beradaptasi dengan teknologi.
"Akses-akses tertentu yang perlu ada terobosan dari perbankan maupun fintech agar bisa lebih mendorong ke sana," kata dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya