PLN ungkap alasan melempemnya proyek 35.000 MW
Merdeka.com - Pemerintah tengah mengebut program listrik 35.000 megawatt (mw) dalam rangka melistriki seluruh pelosok di Tanah Air. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengatakan, di tahun 2019 nanti seluruh desa di Indonesia akan teraliri listrik.
"Selama merdeka, ada 2500 desa yang belum terlistriki. Tahun 2019 seluruhnya 2500 desa akan kita listriki dan pemerataan penerangan di seluruh Indonesia," kata I Made dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk Pelayanan Ketenagalistrikan Indonesia di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (30/11).
Meski demikian, realisasi mega proyek tersebut baru mencapai 968 MW sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini disebabkan pembangunan infrastruktur pendukung lain membutuhkan waktu yang tidak singkat dalam prosesnya.
"Jenis pembangkit macam-macam. Ada PLTA itu bisa operasi lima sampai enam tahun, karena harus bangun dam, pembangkit dan sebagainya. Kalau mulai dibangun 2016, maka lima tahun, selesainya tahun 2021," ujarnya.
I Made mengungkapkan, dari semua jenis pembangkit listrik ada yang paling mudah dan cepat direalisasikan, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang memerlukan waktu sekira enam sampai tujuh bulan.
"Artinya gunakan mesin gas, secara konsep sama seperti pakai diesel gas energi primernya itu," tuturnya.
Menurutnya, program 35.000 mw sudah mengalami banyak kemajuan, di mana sebanyak 29.746 MW sudah masuk kontrak PPA
"Sekitar 14.000 masuk fase kontruksi jadi tinggal tunggu penyelesaian. Nah ini tahapannya. Dalam program 35.000 juga bukan hanya pembangkit yang dibangun, kita juga bangun transmisi 46 ribu kms. Dari tegangan tinggi, sedang, rendah sampai ke rumah, bangun gardu ada 11. 000 mega volt ampere."
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya