Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PLN pelajari kegagalan SBY bangun proyek pembangkit FTP 1 dan 2

PLN pelajari kegagalan SBY bangun proyek pembangkit FTP 1 dan 2 pln. Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK masih terus mengejar pembangunan megaproyek pembangkit listrik 35.000 MW. Pembangunan infrastruktur kelistrikan saat ini memang menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Program Strategis Nasional (PSN)

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Nasri Sembayang mengatakan, pihaknya telah mempelajari segala kendala pembangunan pembangkit listrik. Salah satunya dari pengalaman pembangunan proyek Fast Track Program (FTP) 1 dan FTP 2 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebelumnya yaitu pada pembangunan proyek Fast Track Program (FTP) 1 dan FTP 2 yang mengalami beberapa kendala yang akan kita jadikan bahan pelajaran untuk melangkah dan mengantisipasi menuju kepada pencapaian yang lebih baik," ujar Nasri di kantornya, Jakarta, Kamis (7/1).

Proyek percepatan pembangkit listrik di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini telah berjalan sejak 2006, namun banyak pembangunan mengalami revisi target

Menurutnya, banyak permasalahan dalam pembangunan FTP 1 dan FTP 2 yang menyebabkan beberapa proyek ketenagalistrikan mengalami keterlambatan antara lain adalah permasalahan pembebasan tanah. Selanjutnya masalah kontraktor yang tidak perform karena masalah keuangan, kehandalan dan kemampuan pengembang dalam membangun pembangkit listrik.

Selanjutnya adalah lamanya proses perizinan yang menyebabkan terganggunya proses konstruksi.

"Untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan tersebut agar tidak terulang kembali dalam program 35.000 MW yang akan kita hadapi ke depan dibutuhkan campur tangan dan sinergi antara instansi-instansi terkait baik aparatur penegak hukum," jelas dia.

Sebagai langkah antisipatif dan preventif agar terhindar dari permasalahan hukum di kemudian hari, maka diperlukan dukungan pemerintah serta masyarakat yang bersinggungan langsung dengan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP