Pinjaman ke IMF bentuk \'balas budi\'
Merdeka.com - Pemerintah memastikan memberi bantuan pinjaman sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 9,4 triliun kepada dana moneter internasional atau International Monetary Fund (IMF). Kebijakan tersebut secara tidak langsung sebagai bentuk 'balas budi' pemerintah Indonesia kepada IMF.
"Jadi kalau seandainya kita mempertimbangkan untuk berikan pinjaman ke IMF karena kita harus mengakui kita pernah dibantu IMF," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di gedung DPR, Selasa (10/7).
Keuntungan lain dari peminjaman ini adalah Indonesia akan mendapat masukan dari bunga dan dana cadangan jika suatu saat dibutuhkan. "Jadi masih ada dana di IMF tapi kalau seandainya diperlukan akan digunakan secondliner defense ini," katanya.
Pemerintah lebih memilih memberi pinjaman ke IMF dibandingkan memberi pinjaman ke negara-negara yang bersangkutan. Agus Marto memiliki alasan sendiri. Dia melihat, risikonya terlalu besar.
"Kalau kita berikan bantuan kepada satu negara yang lemah di Eropa risikonya besar. Tapi kalau kita lakukan penempatan di institusi nasional ke IMF mereka saat menyalurkan dana ke Eropa mereka akan atur dengan persyaratan dan akan jaga keamanan uangnya. Jadi beda kalau kita tempatkan langsung ke satu negara dan negara itu lemah, itu bisa berbahaya," jelasnya. (mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya