Pikat investor, KEN dorong waktu eksplorasi dua kali lebih cepat
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Muhammad Sani mengatakan pihaknya tengah menargetkan percepatan waktu eksplorasi dari block award sampai plan of development (POD) menjadi 3,5 tahun, atau dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Sebab, saat ini waktu eksplorasi rata-rata membutuhkan lama 10 tahun, sehingga kurang menarik investor.
Selain itu, KEN menargetkan tercapainya rasio cadangan pengganti (reserve replacement ratio/RRR) lebih dari 100 persen dalam 5 tahun. Sebab, cadangan baru di industri migas masih sekitar 50-54 persen dari yang dikeluarkan.
"Persoalan hulu dengan hilir tidak bisa dipisahkan. Termasuk bagaimana menarik investor dan meningkatkan efisiensi di hilir," kata Sani di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (18/5).
Dengan demikian, KEN memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah agar target rasio cadangan pengganti bisa tercapai, dan waktu eksplorasi bisa dipangkas. Pertama, diberlakukannya program riset dasar eksplorasi migas yang meliputi Migas Non Konvensional, Sistem Petroleum Pra Tersier, Gas Biogenik, dan Sistem Petroleum Gunung Api.
"Hasilnya akan digunakan untuk membangun wilayah-wilayah kerja baru migas dalam 2-5 tahun ke depan untuk mewujudkan RRR lebih dari 100 persen," imbuhnya.
Kedua, pemerintah sebaiknya tidam memperpanjang wilayah kerja (WK) yang akan habis kontraknya, melainkan dengan memisahkan wilayah produksi (WP) dan wilayah non produksi (WNP). Sehingga, pemerintah bisa mengambil alih kelola WP dengan terms yang baru dan membuka WNP sebagai WK eksplorasi.
"Dari 20 persen yang dikelola blok produksi hanya lapangan lapangan saja. Artinya sisanya tidak disentuh. Harus dipisahkan yang mana yang blok produksi dan yang mana blok eksplorasi. Yang produksi kasih kan saja ke Pertamina. Yang eksplorasi ditawarkan lagi," jelas Sani.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya