Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PHRI: Restoran Tidak Bisa Tumbuh Hanya dengan Transformasi ke Online

PHRI: Restoran Tidak Bisa Tumbuh Hanya dengan Transformasi ke Online Ilustrasi restoran. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/ariadna de raadt

Merdeka.com - Pemerintah tengah mendorong agar pelaku usaha bisa melakukan transformasi menuju ke era digitalisasi. Dengan memanfaatkan digitalisasi, maka diharapkan bisa mendorong penjualannya di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengaku, tidak sepakat dengan adanya statement yang menyebutkan pelaku usaha bisa tumbuh jika bertransformasi digital atau melakukan penjualan secara online.

Dia mengatakan, khusus untuk sektor restoran sendiri tidak bisa melakukan hal tersebut. Sehingga pemanfaatan digitalisasi sangat tidak tepat, apalagi ini membutuhkan waktu panjang. Belum juga menghitung banyaknya restoran yang ada di Indonesia saat ini.

"Tidak bisa kita mengatakan bahwa restoran itu bisa tumbuh dengan mereka manuver atau transfer masih bisnis secara online. Itu tidak betul statement seperti itu," tegasnya seperti dihubungi merdeka.com, Selasa (6/7).

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menekankan pentingnya suatu inovasi atau terobosan baru di masa pandemi Covid-19. Menyusul adanya penyesuaian pola pikir di seluruh elemen masyarakat dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

"Di masa pandemi ini, lebih-lebih sangat penting membuat satu terobosan. Kita ketahui bersama masa pandemi ini telah mengubah pola pikir semua. Tidak terkecuali yang kaya, yang miskin, yang di kota, dan yang di daerah, sama," tekannya dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/5).

Dia mengungkapkan, salah satu terobosan yang bisa dilakukan untuk menyesuaikan pola pikir masyarakat di tengah situasi kedaruratan kesehatan ialah pengembangan digitalisasi. Tujuannya untuk memastikan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan seiring dengan upaya memutus mata rantai penularan virus corona jenis baru tersebut.

"Jadi, yang tadinya kita semua dilakukan dengan fisik. Kita sekarang berpikir, harus berupaya semua dilakukan dengan tidak kontak fisik," bebernya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP