PGN pasok gas bumi ke lima rumah sakit di Bogor
Merdeka.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) terus memperluas gas bumi ke berbagai sektor usaha. Termasuk memasok gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) untuk rumah sakit di Bogor.
Sales Head Area Bogor PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Elda Sutarda mengatakan, penggunaan CNG bagi usaha memang menguntungkan. Sebab, ketika pakai LPG yang dibeli di toko ritel, pasokannya tidak terjamin, dan kalaupun ada stok harganya dinaikkan.
"Jadi sekarang dengan jadi pelanggan GasLink, mereka tidak pusing lagi memikirkan pasokan gas, sehingga bisa fokus pada bisnisnya," kata Elda dalam keterangannya, Jumat (13/10).
Saat ini, Elda menegaskan sudah ada lima rumah sakit di Bogor yang memakai gas bumi. Dia yakin jumlah rumah sakit pengguna gas di Bogor kedepan akan terus bertambah.
Elda mengatakan, saat ini kantor operasi PGN Area Bogor melayani empat wilayah, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Sukabumi, dan Depok. Saat ini, secara total pelanggan PGN di Area Bogor mencapai 22.494 pelanggan yang terdiri dari 21.937 pelanggan rumah tangga, 279 pelanggan komersil, 53 pelanggan industri jasa komersil, dan 225 industri manufaktur pembangkit listrik.
Untuk sektor komersil, ada juga pusat perbelanjaan yang sudah memanfaatkan gas PGN, yaitu Mall Botani Square. Mal ini memakai gas untuk kebutuhan memasak para tenan di foodcourt.
"Dalam waktu dekat Mal Ekalosari juga akan pakai gas. Mereka sudah menyampaikan kepada kami," kata Elda.
Selain rumah sakit dan UKM, usaha yang juga memanfaatkan gas bumi adalah Bogor Laundry. Usaha ini sudah bermigrasi ke gas PGN karena mendapatkan banyak manfaat dibanding menggunakan bahan bakar lainnya.
"Awalnya kami menggunakan LPG (Liquified Petroleum Gas) untuk operasional, tetapi karena pasokan tidak stabil dan harga tidak bersahabat, makanya kami berpikir untuk migrasi ke gas alam," ujar Pemilik Bogor Laundry, Sri Derin Salihah.
Sri menambahkan, pasokan gas sangat terjamin. Saat masih menggunakan LPG setiap bulannya Sri harus mengeluarkan uang sekitar Rp 27-30 juta per bulan.
"Sejak pakai CNG, pembayarannya sekitar Rp 20 juta," jelasnya.
Saat ini PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.930 pelanggan komersial, dan 204.000 pelanggan rumah tangga. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya