PGN berharap mobil dan motor baru pakai tangki gas
Merdeka.com - Program konversi BBM ke BBG belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Salah satunya faktornya, banyak pabrik mobil belum memasang alat konversi pada hasil produksinya.
Agar program konversi BBM ke BBG terwujud, PGN meminta bantuan pemerintah untuk berkomunikasi dengan pabrikan mobil.
"Kita perlu dukungan untuk meningkatkan pola konsumsi minyak beralih ke gas. Contoh kasus, kami bangun SPBG di Pondok Ungu, tapi masih sepi karena pasar belum ada dan kendaraan yang pakai gas masih terbatas," ujar Vice President Corporate Communication PGN Ridha Ababil di Graha PGN, Jakarta, Kamis (6/2).
Ridha mengatakan, peran produsen otomotif sangat besar untuk menunjang suksesnya konversi BBM ke BBG. Pabrikan mobil dapat mengubah kebiasaan masyarakat dengan memasang alat konversi, sehingga pengguna mobil akan menyesuaikan bahan bakar dengan spesifikasi mobil.
"Sekarang kan dari pabriknya masih pakai tangki minyak, kira-kira ini sudah sesuai dengan standar pabrikan terutama kendaraan baru mulai memasang tanki gas selain tangki minyak. Karena kalau tidak begitu, sekarang sulit mengkonversi 100 persen," kata Ridha.
Ridha mengaku tidak dapat memaksa pabrikan untuk memasang tangki gas pada setiap mobil yang baru diproduksi. Itu hanya bisa dilakukan jika pemerintah turun tangan.
"Bagaimana kita sinkronkan, mereka membuat mesin gas, kita menyediakan SPBG. Memang harus dikomunikasikan kapan ada konversi gas, kapan kita bangun SPBG, dengan harapan, ketika SPBG berdiri, masyarakat sudah bisa mulai konversi ke gas karena kendaraannya sudah pakai tangki gas," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya